RSS

[FF] Seventeen_Adore You//Chapter 1

Adore You

Cast
Seventeen Memb
Kim Gi Hana (OC)
Kim Eun Mi (OC)
Bae Joo Eun (OC)
Jung Hyein (OC)

Genre
17, Romance, Friendship, Comedy

Author
kimgihana

Note :
hai hai..author sekarang ngepost ff diblog sendiri yah.. selamat membaca chingudeul khususnya Carat (Fans Seventeen)
....................................======================================............................
Chapter 1

CLICK! Suara blitz yang cukup keras hampir membuat semua orang yang ada disana menengok ke arah mereka "omo.. aku lupa mematikan blitznya.." eunmi si pelaku terlihat shock bukan karena orang yang banyak orang melihatnya melainkan orang yang dimata-matainya menoleh kearahnya dan tersenyum "omona hoshi tersenyum.. hoshi tersenyum..." eunmi terus mengatakan itu dalam batinnya karena orang yang dimata-matainya -lebih tepatnya orang yang paling dia suka- melirik dan tersenyum kearahnya. "kita ketahuan! siaga satu ayo pergi!" Hana menarik tangan mereka bertiga lalu pergi meninggalkan kantin.

"sudah kubilang jangan mengambil gambar ketika jaraknya dekat, kau ini" Hana menyilangkan kedua tangannya di dada."kenapa kita pergi, makananku belum habis, ahh perutku yang malang.." semua melirik ke arah joo eun yang mengelus perutnya "apa?!"joo eun menaikan dagunya, "dasar perut karet" ucap hyein. "hoshi tersenyum.. hoshi tersenyum.. hoshi tersenyum..."gumam eunmi yang terlihat masih shock, joo eun memegang kening eunmi "kau kenapa?" tanyanya. "Hoshi tersenyum padaku! HOSHI TERSENYUM PADAKU AAAAAAAAAAA!!!!" eunmi berteriak dan berlari meninggalkan mereka bertiga "dasar fanatik" hyein memijit kepalanya, "ya! tunggu aku!"

Mereka adalah 4 gadis yang sering memata-matai 'SEVENTEEN', sebuah gank yang paling terkenal di Kirin High School. Entah apa yang membuat keempat gadis itu selalu mengintai mereka, dimana ada seventeen, keempat gadis itu pasti ada. Banyak orang yang menyebut mereka maniak, apapun akan mereka lakukan untuk idolanya itu. Memberi coklat? itu sudah kebiasaan mereka setiap hari, walaupun tidak memberi secara langsung. Mereka tidak memperdulikan bagaimana akibat mengkonsumsi cokelat berlebihan hahaha.. sampai salah satu dari mereka sering menguntit dan memasang cctv di beberapa titik termasuk di kamar mandi. benar-benar maniak ckckck.

Kim Gi Hana, sang leader tomboy berambut sebahu yang sangat mencintai komputernya yang sudah dia anggap sebagai kekasih, bekerja dibelakang layar sebagai penguntit dan meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai hacker. dia sangat suka ketika mengucapkan kata 'siaga satu!' atau 'ayo pergi!' mungkin itu adalah hasratnya sebagai leader.
Jung hyein, gadis berwajah flat ini ternyata menyukai Jun salah satu anggota SEVENTEEN, hanya berbicara seperlunya dan dia seperti monster ketika marah. dibalik wajahnya yang flat dia juga sosok yang hangat. dia sangat membenci popo kucing kesayangan eunmi. karena popo pernah buang air besar di kasurnya.
Bae Jooeun si perut karet, semua gadis selalu ingin seperti dirinya karena makan sebanyak apapun dia tidak akan gemuk. sewaktu waktu otaknya akan seperti lansia, dan hana sangat membenci hal itu. hanya nama DK (dikey) yang dia ingat karena itu hanya terdiri dari 2 suku kata. -,-
si maknae Kim Eunmi, engg entahlah dia sangat polos dan idiot menurut hana, hyein hanya bisa mengelus dadanya ketika dia berulah, eunmi sangat penurut jika diperintah terjun ke lapangan hanya untuk menguntit gank SEVENTEEN. dan satu lagi ia sangat sangat sangat menyukai Hoshi salah satu anggota seventeen.

Bel pulang sekolah berdering dan itu adalah awal mereka untuk menjalankan misi hari ini, terlihat Hana yang sedang memainkan tabnya dan bersandar di ambang pintu. Sesekali matanya melihat kekanan kekiri untuk melihat dan memastikan apakah sasarannya sudah bergegas pulang atau belum. Hana sang leader sudah membagi-bagi tugas kepada anak buahnya untuk melakukan misi kali ini. Tak lama SEVENTEEN pun keluar dari kelas. Sebagian anggota SEVENTEEN ada yang pulang, dan sebagiannya lagi ada yang berurusan dengan ekskul di sekolah. Hana dan eunmi terlihat menguntit Jun, Hoshi, dan Minghao ke ekskul dance, berjalan dengan jarak 50 meter dibelakang mereka.
Eunmi yang sedari tadi memotret mereka menepuk bahu Hana yang sedang sibuk dengan tab kesayangannya. "Unni! Unni! mereka masuk! mereka masuk!" ujar Eunmi "mana?! mana?!" mata Hana mengarah pada sasaran "ayo kita masuk!" "ya! Kim Eunmi! jangan! ya- aishhh jinjja" hana mengejar eunmi dan menarik tangannya untuk pergi ke luar sampai sebuah suara mengintrupsi mereka "hai anak-anak perkenalkan namakun park jinhee panggil aja aku park songsae, disini aku akan menggantikan choi songsae sebagai pelatih dance kalian yang baru" terlambat sudah eunmi dan hana sudah masuk ke ruangan dance, "baiklah anak-anak sekarang aku ingin melihat kemampuan bakat dance kalian hmmm.... oh kalian berdua silahkan maju kedepan" park songsae menunjuk hana dan eunmi, 'oh yatuhan ini bencana!' hana berucap di dalam hati, jangan bertanya apakah hana dan eunmi jago dalam hal ini. Memang dulu hana pernah menjadi dancer downtown di seoul, hanya saja jika disaat mendadak seperti ini dan sedang bersama eunmi, sepertinya bukan hal yang bagus untuk menunjukan bakat dancenya.
Eunmi menarik tangan Hana menuju ke depan kelas. Eunmi mulai menari di depan para murid dengan lincahnya, ya.. memang lincah hanya saja tarian yang dia tampilkan sepertinya tidak cocok disebut tarian. Hana yang sedari tadi berdiri di sebelah Eunmi hanya bisa menahan malu sambil mencoba menutup wajahnya. Setelah dirasa cukup untuk menampilkan bakatnya, eunmi membungkukan badannya. Semua orang disana hanya tercengang melihat tingkah laku eunmi, dan beberapa menit kemudian mereka bertepuk tangan, entah pujian atau hinaan eunmi menyukainya. Hana yang mulai tak kuasa menahan malu lagi segera menarik tangan eunmi keluar ruangan. "Kami pamit dulu..!" teriaknya sembari menutup pintu.
"Apa yang kau lakukan eoh?!" tanya Hana kesal. "aku..hanya menghibur mereka.." ucap Eunmi datar. Hana menghela nafas lalu mengelus dadanya, "ah yasudahlah.. kajja kita pergi.." Hana mulai menarik tangan Eunmi . "lalu bagaimana dengan hoshi oppaa..?" Eunmi menghentikan langkahnya . "kau kan tadi menari dengan bodohnya di depan mereka.." . "omona! apakah aku terlihat konyol tadi..? aku bahkan tak menyadari ada oppa oppa kita disana..aishh" Eunmi menepuk jidatnya, seperti nya ia mulai menyesal bertindak bodoh seperti tadi. "Kajja.." Hana kembali menarik tangan Eunmi, dia malas mendengar ocehan sang maknae.

Sementara itu....

Bruk! terdengar suara orang menabrak tembok. "yak!" ucap seorang lelaki yang ternyata didorong temannya, teman -temannya hanya menertawainya. 'Wonwoo menabrak tembok karena didorong mingyu' tulis seorang gadis dalam note kecilnya, ternyata dia Hyein. Rupanya Hyein dan Jooeun sedang mematai matai DK, Mingyu, Wonwoo, dan Joshua yang sedang berjalan pulang menuju dorm mereka. "ah kau ini.. bukankah dia DK.." protes Jooeun. Hyein hanya memasang wajah flatnya sambil menatap Jooeun, itu membuat Jooeun langsung menutup mulutnya dan berhenti bicara. Akhirnya DK, Mingyu, Wonwoo, dan Joshua sampai di dorm mereka. 'DK, Mingyu, Wonwoo, dan Joshua pulang dengan selamat' tulis Hyein dalam note nya. Mereka berdua pun pulang ke dorm. Ternyata dorm yang mereka tempati bersebelahan dengan dorm Seventeen.
"Hyung.. sejak kapan mereka tinggal disebelah dorm kita?" tanya Mingyu. "hm? mereka? siapa?" tanya Joshua bingung. "kau tau.. fans fanatik kita..kkk~" . "ohh... keempat gadis itu.. yang aku tau itu rumah si leader,..sudahlah kita masuk.. aku lapar,,"

FLASHBACK--------------------------------------------------------------------------------------------
"teman teman!" teriak Hana menepuk meja. "yak?! apa?!" kaget Jooeun disela makannya.  "kalian tau kan rumahku yang tak terurus itu?". Eunmi mengangguk, "ya.. kenapa?" . "ternyataaa..." Hana mengangkat tangannya perlahan. "yaaaa???" Eunmi penasaran. Tuukk! Hana menepuk meja dengan keras. "Dorm Seventeen bersebelahan dengan rumahku..!" . Jooeun kaget untuk kedua kalinya sampai menjatuhkan satu bungkus snack kesayangannya. "yak! pelan-pelan jika memberi informasi..snackku jadi jatuh.." . "Jinjjaa? hwaaaa hoshi oppaaa..aku akan segera menemuimu.." Eunmi mulai melamun tidak jelas dengan senyumnya yang menurut Hana mengerikan.
"kalau begitu kita buat dorm saja disana? bagaimana?" hyein memberi usul. Hana menjentikkan jarinya "ide bagus.." .
----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jooeun menghempaskan tubuhnya ke sofa lalu bersender di bantal sesekali dia memperhatikan seisi ruangan yang ia tempati sekarang, sangat berantakan. Kertas dimana-mana, foto yang berserakan, bungkus snack yang tak terurus, sampai makanan popo yang bertebaran di karpet. Hyein yang juga melihat situasi ruangan ini mulai jengkel dengan keadaan disana, ia memutuskan untuk membersihkan semuanya. "aishh.. bukankah aku sudah merapihkannya semalam?" protesnya. Jooeun hanya memperhatikan Hyein yang sibuk mengomel sendirian, ia lalu meraih dua bungkus snack favoritnya. "ishh.. kau harusnya membuangnya di tempat sampah.. jangan buang sembarangan.." protes Hyein lagi, dia mulai memungut bungkus snack yang berserakan di meja, sofa, dan karpet, yang pasti itu bekas Jooeun. Lagi-lagi Jooeun hanya menonton Hyein saja sambil terus memakan snacknya.
..................................................
Diperjalanan tak henti hentinya Hana berbicara sendirian, Eunmi hanya mendengarkan semua ocehan Hana sambil mengikutinya dari belakang, ia tak berani berjalan sejajar dengan Hana. "unni.. jadi.. kita tak jadi menguntit?" tanya Eunmi, itu membuat Hana menghentikan langkahnya. Hana mengelus dadanya sambil menghela nafas, ia mengangguk lalu tersenyum pada Eunmi "ne.. kim eunmi.." kemudian Hana kembali berjalan, dan tak lupa ia kembali melanjutkan ocehannya. "Tapi jika kita tak memata matai seventeen.. kita akan kehilangan info mereka.." lanjut eunmi. "aku tau.. sudahlah lebih.." belum selesai berbicara, ocehan Hana terpotong oleh suara lelaki yang tiba tiba ada di sebelah Hana. "sepertinya tadi aku mendengar kata Seventeen?" . "Yaak!!" Teriak Hana, ia kaget dengan keberadaan lelaki itu, Hana hampir mendorongnya tetapi tangannya ditahan. Saat menoleh ke arah lelaki tersebut, ternyata itu Wonwoo. "wo..wonwoo...op..pa" tangan Hana mulai bergetar. Mereka baru sadar, ternyata mereka daritadi sudah berada di depan dorm Seventeen. "kenapa tanganmu bergetar..?" Wonwoo tak melepaskan genggamannya. Eunmi yang kaget daritadi hanya terdiam sambil terus menatap wonwoo. "jadi.. kalian memata matai seventeen?" tanyanya sambil menatap Hana. Hana menelan ludahnya, ia bingung harus mengatakan apa. "kenapa kalian tak menjawab pertanyaan ku.. jangan jangan memang benar.." . "eumm..kami.." hana bahkan tak mampu berbicara, ia putuskan untuk melepaskan genggaman nya dari tangan Wonwoo lalu menarik Eunmi kabur dari sana.
Mereka langsung masuk kedalam dorm dengan cepatnya. Wonwoo yang daritadi memperhatikan mereka hanya tersenyum tipis, ia memasukan kedua lengannya ke saku. "ohh.. jadi mereka berempat tinggal disana.." katanya sambil berjalan masuk menuju dormnya.
"Siaga 1!!" teriak Hana saat memasuki dorm. "hahh? ada apa??!!" Jooeun yang sedang asik memakan camilan kaget dan langsung loncat dari sofanya. "Seventeen..!!" teriak Eunmi. "bukan..bukan ..tepatnya Wonwoo..dia.." teriak Hana dengan rusuhnya. "dia kenapaa??" Hyein penasaran. "Dia......mulai curiga kalau kita sering menguntit mereka..!" lanjut Hana. "Aishh.. bagaimana ini.." Hyein mulai ikut cemas. "sudahlah.. duduk dulu unni.." Eunmi membawa segelas air putih, Hana menuruti ucapan Eunmi ia lalu duduk sambil mengatur nafasnya. Eunmi memberikan segelas air putih tsb pada Hana, ia meneguk habis air itu tanpa sisa dengan cepatnya. "emm.. teman teman.. ngomong-ngomong.. wonwoo yang mana ya?" tanya Jooeun dengan muka polosnya. Jika Hana tak punya hati, sepertinya ia akan melempar Jooeun dengan gelas saat ini juga.

0 komentar:

Posting Komentar