Cast
Moon Hyeji (OC)
Jaebum
Seungcheol
Mingyu
Wonwoo
Ming Hao
Jun
Hoshi
Woozi
And All Memb Seventeen + OC
Genre
Romance, 17
Author
kimgihana
Seorang gadis sedang berdiri di depan sebuah gedung dekat sekolahnya, gadis itu lalu mengambil hp yang ada di sakunya lalu menelpon seseorang. "aku sudah sampai.. cepatlah kebawah.." gadis itu lalu mematikan telpnya dan menaruh kembali hp nya ke dalam saku. Setelah menunggu beberapa menit, seorang lelaki datang menghampirinya. "ahh maaf membuat mu menunggu lama.." . "tenang saja paman.. belum setengah jam kan paman?" kata gadis itu lalu tersenyum kepada lelaki yang dipanggilnya paman itu. "ayo kita ke dalam..." lelaki itu mengajaknya ke dalam gedung yg bernama "Pledis Entertainment" itu. "Hyeji.. kau sudah tau kan pekerjaan paman apa?" . Gadis bernama Hyeji itu hanya mengangguk. "kalau begitu kau sudah mengerti apa yang harus kau perbuat selama paman pergi.." . Hyeji lalu menghentikan langkahnya, pamannya bingung dengan tingkah keponakannya. "ada apa?" . "jadi.. aku harus menjadi manager selama paman pergi..?" kata hyeji dengan wajah datar, pamannya hanya mengangguk lalu menarik tangan hyeji "kajja.. sebelum mereka mati karena lama menunggu.." .
Mereka akhirnya sampai di depan sebuah pintu bertuliskan "Practice Room" hyeji tidak yakin untuk membukanya. "ahh.. aku harus pergi sebentar untuk mengurus surat cuti ku selama seminggu.. kau masuk duluan saja.. kau bisa kan berkenalan sendiri?" . "tapi paman.. aku.." . "kau kan sudah besar..ne? paman pergi dulu sebentar.. anyeong.." paman hyeji lalu berlari sambil melambaikan tangannya. Hyeji masih ragu untuk membuka pintu tersebut, selama 5 menit dia hanya mematung disana. Tapi akhirnya hyeji memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut.
"a..nyeong..." kata hyeji sambil membuka pintu pelan pelan. "ohh.. anyeong.." kata seorang lelaki berambut pirang lalu berdiri disusul teman temannya. Hyeji lalu tersenyum kepada mereka semua sambil memberi salam, begitupun sebaliknya. "umm.. Moon hyeji imnida.." hyeji masih malu berbicara dengan mereka. "apa perlu kami sebutkan nama kami satu satu?" tanya seorang lelaki dengan senyum ramahnya, hyeji mengangguk. "kau tak tau kami? kau tinggal dimana?" tanya lelaki berambut coklat disebelah lelaki tadi. "aku tau kalian.. hanya.. hanya saja.. kalian terlalu banyak.. aku susah mengenali kalian.." kata hyeji sambil menunduk malu.
"Seungcheol imnida.." kata lelaki berambut pirang tadi, hyeji hanya tersenyum. "Choi Hansol, kau bisa memanggilku vernon.." kata seorang lelaki berambut coklat yang berada di sebelah seungcheol dengan nada malasnya. "Joshua.." lelaki itu tersenyum sambil memperlihatkan matanya yang manis. "Lee Ji Hoo, panggil saja Woozi.." ucap lelaki bertubuh pendek berambut pink pirang. "Jeonghan.." lelaki itu berambut panjang. "Junhui.. panggil aku jun.." , " aku hoshi..maaf soal penampilanku.." kata lelaki itu sambil tertawa dengan rambutnya yang berantakan . "wonwoo.." lelaki itu menatap hyeji dingin. "Seokmin.." kata lelaki berambut coklat sambil tersenyum. "eumm.. mingyu.." , "minghao.. xu minghao.." , "Nama asliku Lee Chan.. tapi kau bisa memanggilku dengan sebutan dino.." lelaki itu memakai topi dan sangat ceria dihadapan hyeji. "Seungkwan.." dia lelaki terakhir yang memperkenalkan diri pada hyeji.
"eumm.. aku akan mencoba mengingatnya.." kata hyeji diakhiri tawa kecilnya. "umm baiklah.. lalu sekarang apa yang akan kita lakukan?" kata jeonghan. "bermain?" dino mencoba memberi usulan. "simpan usulanmu itu anak muda.. bagaimana kalau makan?" kata joshua memberi usulan. "lebih baik kita duduk membuat lingkaran, membicarakan sesuatu agar bisa lebih dekat dengan hyeji ehh.. tahun berapa kau lahir?" kata jun diakhiri dengan pertanyaan. "97.." kata hyeji. "ohh oke.. hyeji-ssi?" kata jun masih ragu, hyeji mengangguk. "aku berasal dari china jadi belum terlalu tahu cara memanggil seseorang.." kata jun tersenyum. "dia gege yang baik.." kata dino. "berhenti memanggilku dengan sebutan gege lagi.." kata jun kesal. "aku suka gege jun" kata dino tetap dengan sebutan gege. "panggil aku hyung, nanti aku belikan kue beras.." . "kue beras hanya 1 won untuk apa aku menuruti kemauanmu hanya untuk 1 won.." kata dino lalu berlari keluar. "yak!.." kata jun lalu berlari mengejar dino.
"ehmm.. mian...mereka memang sering bertengkar.." kata jeonghan lalu duduk di lantai disusul yang lain. "jadi bagaimana? kau sudah hafal semua nama kami?" tanya jeonghan. "umm.. yang tadi memakai topi bernama dino, lalu yang mengejarnya jun.. apa aku benar?" . "ne.. lalu siapa namaku?" tanya jeonghan. "jo.. ehh jeong.. han?" . "ne..kau hebat.. di sebelahku siapa?" . "seungcheol..." kata hyeji sambil menunjuk seungcheol. "kau benar lagi.." . "eumm lalu kau vernon, kau hoshi, kau woozi, joshua, minghao, wonwoo, mingyu, seungkwan, dan kau seokmin.." kata hyejin menunjuk satu satu dari mereka "apa aku benar?" tambahnya. "sedikit lagi.. dia mingyu, dan dia wonwoo.. kau terbalik menyebutnya.." kata jeonghan lalu mengkoreksinya. "eumm.. tertukar ya.. ohh ne.. aku akan berusaha.." kata hyeji sambil mengepal tangannya. Mereka semua tersenyum, eumm tidak semua.. hanya wonwoo saja yang berwajah datar disana.
"bagaimana dengan sesi berkenalannya?" paman hyeji masuk kedalam ruangan tsb, mereka semua tersenyum saat kedatangannya. "berjalan dengan lancar sersan.." kata seungcheol sambil hormat pada paman hyeji. "lanjutkan tugasmu kalau begitu.." . "tugas?" tanya seokmin . "ganti baju kalian dan bersiap siap masuk ke mobil.. kita ada show di musicbank hari ini..cepat cepat.." . "aigoo.." kata mingyu langsung berlari, mereka semua berlari berhamburan ke arah yang berbeda. Ada yang mengambil tas nya, beberapa topinya, beberapa sepatu, dan juga alat makeup (poor jeonghan). "paman.. apa aku harus ikut?" tanya hyeji. "kau harus ikut.. ini akan menjadi pekerjaanmu selama sepekan.. kajja.. kita ke mobil.." .
HYEJI POV on.
Aku sudah berada di mobil bersama paman, dan 6 member seventeen yaitu mingyu, jeonghan, seungcheol, woozi, dino dan hoshi. Mereka sangat berisik, aku tak bisa membayangkan bila semua member berada dalam satu mobil. Di perjalanan aku membaca buku sambil mendengarkan lagu, tiba tiba mingyu menepuk pundakku. "wae?" tanyaku sambil menoleh ke belakang. "eumm.. aniya.. apa kau tidak bosan membaca buku terus?" . "menurutku ini menyenangkan.." . "mungkin buku mu akan terlupakan jika kau berbaur dengan kami.." . "maybe?" aku tersenyum pada mingyu lalu kembali membaca buku ku. Akhirnya kami sampai di tempat mereka akan tampil.
AUTHOR POV on.
Mereka semua berjalan menuju belakang panggung untuk menyiapkan penampilan mereka, mulai dari makeup sampai pakaian. "10 menit lagi untuk tampil.." seorang wanita dengan kacamata dan beberapa kertas yang bertumpukan masuk ke ruangan Seventeen berada lalu kembali berlari keluar.
10 menit berlalu, seventeen sudah berada di atas panggung dan menyanyikan lagu andalan mereka. Hyeji dan pamannya hanya melihat mereka tampil lewat tv yang disediakan di ruangan itu. "lihat mereka.. begitu energik.." paman hyeji tersenyum melihat mereka semua, walaupun tidak langsung. "eumm.. ya.." kata hyeji. "apa yang kau fikirkan?" paman hyeji bertanya padanya. "aniya.." . "hmm bagaimana dengan perkenalan kalian..?" . "lumayan juga..hmm paman.. ceritakan soal mereka padaku..jebal.." . "yang mana dulu? mereka semua?" . "ne.." kata hyeji dengan semangatnya. "kau akan tau sendiri.." kata paman hyeji sambil mengacak rambut hyeji lalu pergi keluar ruangan.
Mereka semua sudah selesai tampil, dan memutuskan untuk langsung pulang ke dorm mereka bersama hyeji dan pamannya. Mereka memakai 2 mobil (mungkin karena terlalu banyak member:v) , Hyeji pulang bersama pamannya, dan 6 member seventeen yang tadi satu mobil dengannya. Akhirnya mereka sampai ke dorm dengan selamat sentosa:v
"kyaa.. sangat melelahkan..." ucap jun lalu berbaring di sofa. "kau benar gege.." kata dino lalu membuka kemejanya. "berhenti memanggilku gege.." jun kesal dengan dino lalu melemparnya dengan sendal miliknya. "yak.." dino lalu mengusap kepalanya. "nuna.. bela aku.." dino mendekati hyeji lalu menarik tangannya mendekati jun, tapi hyeji tersandung dan hampir terjatuh ke arah jun, tetapi jun menahannya. Mereka saling bertatapan cukup lama. "k..kau.. tidak apa apa kan?" kata jun masih memegang tangan hyeji, posisi jun sedang memegang pinggang dan tangan hyeji sedangkan hyeji memegang pundak jun. Hyeji hanya menggeleng, dia masih kaget dengan apa yang terjadi.
"untung nuna dan gege tidak terjatuh.." kata dino. Mereka membenarkan posisi masing masing, karena mereka baru sadar akan keberadaan dino. Paman hyeji masuk ke dorm mereka "hyeji.." . "waeyo?" hyeji menghampiri pamannya itu. "aku harus berangkat sekarang.. aku sudah memesan tiket nya jauh jauh hari.. minggu depan aku kembali kesini.. anak anak.. berbaik hatilah padanya ne?" . "nee.." mereka semua menjawab serempak. "kalau kau butuh apa apa.. hubungi aku.. eumm baiklah.. anyeong.." kata paman hyeji lalu meninggalkan mereka semua. "hati hati ahjussi.. aku akan merindukanmu.." teriak hoshi sambil melambaikan tangan. Setelah kepergian paman hyeji, mereka kembali ke aktifitas masing masing.
Hyeji kebingungan, dan akhirnya memutuskan untuk pergi keluar mencari camilan. "mau kemana nuna?" tanya seungkwan sambil berjalan menuju hyeji yang sudah berada di depan pintu. "aku hanya ingin menikmati udara malam sambil mencari camilan.. kau mau menitip?" . "eumm.. ani.. apa aku boleh ikut?" . "tentu saja.. kajja.." kata hyeji lalu langsung berjalan.
...
"kau mau apa? biar aku belikan.." kata hyeji sambil mencari snack disana (supermarket). "tak usah nuna.. aku tidak ingin memakan camilan.." . "eumm baiklah.. oh iya.. apa yang disukai teman temanmu..?" . "mereka mesin penggiling.. kau tau nuna.. mereka pemakan segalanya.." . Hyeji tertawa "kau lucu.." hyeji lalu pergi meninggalkan seungkwan untuk mencari camilan lain. Seungkwan yang mendengar hal itu langsung tersenyum.
"nuna kau mencari apa?" . "coklat.." . "itu disana.." kata seungkwan sambil menunjuknya. "kau benar.. gomawo.." hyeji menepuk pundak seungkwan lalu mengambil 3 buah coklat. "3 buah? kau akan menghabiskan semuanya malam ini nuna?" . "tentu saja tidak..aku akan memakan 1 malam ini.. sisanya entah kapan..mungkin besok di sekolah.." . "aku kira kau akan memberikan kepada seorang lelaki.." . "mungkin iya mungkin tidak.." hyeji berjalan menuju kasir. "kalau iya.. siapa yang akan kau berikan?" . "teman sekelasku? mantan kekasihku? eumm siapa ya? entahlah..".
Mereka berdua berjalan pulang menuju dorm. Di dalam gedung menuju dorm mereka bertemu seorang lelaki yang tiba tiba menarik tangan hyeji. "kau tau darimana aku ada disini?" tanya hyeji pada lelaki itu. "aku mencarimu kemana mana.. aku masih mencintaimu.. " kata lelaki itu sambil memegang tangan hyeji. Seungkwan yang bingung memutuskan berjalan ke dorm sendiri karena takut mengganggu mereka.
"anyeong haseyo.." seungkwan masuk ke dalam dorm. "kau bawa banyak kantung plastik hyung.. jangan jangan camilan?" tanya dino mendekati seungkwan. "siapa yang membelinya? kau? aku tak yakin itu semua uangmu.." tanya hoshi. "ini semua hyeji nuna yang membelinya..." kata seungkwan lalu menyimpan kantung plastik tersebut di atas meja. "lalu dimana hyeji?" tanya jeonghan. "dia ditarik seorang lelaki, aku tak tau siapa lelaki itu.. aku sempat melihat mereka berdua bertengkar dari jauh.." . "apa ayahnya?" tanya dino. "tidak.. lelaki itu sepertinya seumuran dengan hyeji nuna.." kata seungkwan. "dimana mereka sekarang?" tanya jeonghan. "di lantai dasar... aku harap hyeji nuna baik baik saja.." kata seungkwan lalu duduk di sofa bersebelahan dengan jun. "ya.. hyeji nuna sangat baik.. padahal aku baru mengenalnya beberapa jam yang lalu.. tapi dia sudah baik padaku.." kata dino lalu mengambil pocky dalam kantung plastik itu dan duduk dilantai.
"kira kira sedang apa mereka?" tanya jun penasaran. "menyelesaikan masalah mereka berdua?" ucap hoshi. "mungkin mereka pernah berhubungan dekat.. lalu bertengkar.." kata woozi lalu meneguk botol cola. "untuk apa kalian mengurusi masalahnya? lagipula kalian tidak terlalu mengenalinya kan?" kata wonwoo lalu mengambil hp di dalam sakunya. "kita memang tidak terlalu mengenalinya.. tapi.. aku rasa kita memang harus lebih mengenalnya.. kau terlalu memikirkan dirimu sendiri wonwoo.. itulah kelemahanmu.." kata seungcheol lalu berjalan keluar. Wonwoo hanya diam sambil memasang earphone pada kedua telinganya dan mulai mendengarkan musik.
Sementara itu...
"Lebih baik kau pergi saja darisini.. aku tak membutuhkanmu Kim Jaebum!" kata hyeji membentak lelaki bernama jaebum itu. "aku tak akan pergi sebelum kau memaafkanku...jebal.. mianhae hyejissi.. nareul saranghamnida.." kata jaebum lalu memeluk hyeji. Mereka berdua berada di luar gedung pledis yang keadaannya sangat sepi, hanya angin malam dan pohon yang menjadi saksi bisu pertengkaran mereka berdua di malam itu. Tak terasa hyeji menangis dipelukan jaebum. Jaebum tersenyum sambil menutup matanya, kedua tangannya masih memeluk hyeji. Jaebum menarik dagu hyeji mendekat dengan wajahnya, lalu jaebum kembali memeluk badan hyeji dan akhirnya mencium hyeji. Hyeji memukul pundak jaebum supaya dia melepaskannya, tetapi jaebum lebih kuat dari hyeji. Mereka berciuman cukup lama hingga akhirnya hyeji menyerah untuk memukulinya lagi. Jaebum melepaskan ciumannya, lalu mengelus pipi hyeji. "aku tau.. kau pasti merindukan hal itu kan? aku harap kau menarik kembali apa yang pernah kau ucapkan padaku Moon Hyeji.." kata jaebum lalu melepaskan pelukannya lalu berjalan menjauh, hyeji hanya terdiam sampai jaebum benar benar sudah menghilang dari hadapannya.
......
"kau bohong seungkwan.." kata seungcheol saat kembali ke dorm. "apa maksudmu hyung?" tanya seungkwan bingung. "aku baru saja ke lantai dasar.. dan aku lihat mereka baik baik saja.. malah aku lihat mereka baru saja berciuman.." kata seungcheol . "jinjja? tapi aku lihat.. tadi mereka bertengkar hebat.. hyeji nuna membentaknya beberapa kali.." kata seungkwan. "mungkin mereka sepasang kekasih yang bertengkar.. dan akhirnya berbaikan.." kata woozi dengan entengnya. "berpacaran?" tanya jun. "apa kau yakin dengan katakata mu?" tanya mingyu. "ahh aku belum percaya 100%" kata dino. "lebih baik nanti kita tanyakan saja padanya langsung.." kata jeonghan.
"anyeong haseyo.." kata hyeji masuk kedalam dorm dengan mata yang sembab. "apa yang terjadi?" tanya jun lalu mendekati hyeji. "aniya.. memangnya aku kenapa?" . "matamu nuna.." kata dino pelan. "mataku? apa yang terjadi dengan mataku.. aku rasa.. biasa saja.." . "kau jangan berbohong.. apa yang terjadi.." kata seungcheol. "kalian ini kenapa? aku tak apa apa.." . "aku baru saja melihatmu bertengkar nuna.." kata seungkwan. "apa gara gara lelaki itu?" tanya hoshi. Hyeji hanya terdiam, mereka akhirnya memutuskan untuk tidak bertanya lagi agar hyeji bisa menenangkan dirinya dulu. "aku lelah.. aku sepertinya akan pulang.." kata hyeji mengambil tasnya. "eumm.. kau yakin baik baik saja?" tanya jun khawatir, hyeji hanya mengangguk lalu berjalan keluar dorm dan pulang.
TBC

0 komentar:
Posting Komentar