Cast
Kim Gi Hana (OC)
Jung Seulbi (OC)
Lim Changkyung
Lee Minhyuk
Park Taeyong
Song Mino
Shin Sohee
and OC
Genre
Romance, Comedy, Detektive(ini termasuk genre kah?), 17:v
Summary
"Merahasiakan identitas asli bukan perkara mudah... seorang pelajar dan detektif? apa bisa?"
"jadi.. kau mau jadi apa bila sudah besar...?" ucap seorang wanita paruh baya menyisir rambut seorang anak perempuan yang berada di pangkuannya dengan lembutnya. "detektif..aku ingin menjadi detektif eomma.." . "wae?" . "agar aku bisa tau siapa yang membunuh ayah.." .
Tuk Tuk Tuk...
"nuguseyo?" suara ketukan itu membuatku terbangun dari lamunanku. Pintu pun terbuka dan terlihatlah sosok laki laki berdiri tepat di belakangku lalu menutup mataku. "eh..nuguseyo? taeyong oppa?" . "tebakanmu selalu benar hana-ssi..." kata lelaki bernama taeyong lalu melepaskan tangannya perlahan dari kedua mataku. "bentuk tanganmu..dan..aroma mu.." . "jinjja?" . "hmm" kataku sambil mengangguk.
"hari ini sekolah diliburkan.. kau sudah tau itu? " tanyanya padaku lalu duduk di sebelahku. "aniya.. aku tak tahu sekolah diliburkan.. hanya saja..kepala ku tidak sanggup untuk datang ke sekolah.." . "maksudmu?" . "rumus rumus itu.. kepalaku tak sanggup lagi... ahh ani ani.. otakku lebih tepatnya..dia butuh istirahat" kataku sambil mencelupkan kedua kakiku ke dalam kolam kecil yang berada di sebuah taman yang ada di belakang rumahku.
"Oppa.. soal sekolah.. kenapa diliburkan?" . "uang sekolah telah dicuri..dan juga anak kepala sekolah diculik" . "mwo? siapa? siapa yang telah mencuri uangnya dan menculik anak kepala sekolah?" . "masih dalam penyelidikan.. kepala sekolah pingsan di ruangannya.. dan belum sadar .. dia baru saja dibawa ke rumah sakit.." . "apa mereka menggunakan para detektif tua itu lagi? seperti kasus penyelundupan narkoba kemarin.." . "maksudmu Jino si detektif handal itu?" . "ne.. handal? dia sudah terlalu tua.." . "aku tau kau membencinya.. tapi.. bisakah kau tidak menyebutnya dengan sebutan 'terlalu tua' itu? walaupun begitu..dia adalah panutanku.. aku ingin menjadi detektif seperti dia..." . "kau kan sudah menjadi detektif.. untuk apa kau menjadi detektif lagi?" . "maksudku.. detektif handal seperti jino.. hana-ssi.." . "ne.. serah saja.." . Taeyong tertawa lalu mengacak rambutku, kemudian dia pamit padaku.
Drrrt..Drrtt..
Aku segera berdiri lalu mengambil handphone yang berada di atas kasurku, ternyata ada pesan masuk. "sirius? pasti soal pencurian itu.."
From : Sirius
Spica.. apa kau bisa memecahkannya? aku dalam perjalanan menuju kesana..sampai jumpa di sana^^
AUTHOR Pov.
Hana segera berangkat menuju gedung sekolah yang lumayan jauh dari rumahnya. Tak lupa dengan wig berwarna coklatnya, itu salah satu penyamarannya. Hana adalah seorang pelajar dan juga seorang detektif bernama Spica. Orang orang tak ada yang tahu kalau dua wanita bernama Hana dan Spica itu adalah satu wanita yang sama, dia menyembunyikan identitas aslinya pada semua orang. Lalu siapa sirius?
Sirius rekan si detektif cerdas, Spica. Sirius sangat misterius, bahkan spica tidak tahu identitas asli sirius. Sirius bertemu dengannya saat kasus pembunuhan, mereka menyelidiki kasus yang sama dan akhirnya mereka memutuskan untuk berteman.. mungkin.
Hana(Spica) sampai di gedung sekolah dan mulai berjalan ke arah kantor kepala sekolah, Lee Ahjussi. "Spica.." suara seorang lelaki memanggilnya, Hana menoleh. "Taeyong-ssi.. waeyo?" . "kau sudah datang rupanya.. aku menunggumu disini.. aku ingin melihat permainanmu.." Hana hanya tersenyum. "aku baru saja bertemu denganmu.. beberapa jam yang lalu aku memanggilmu oppa.. dan sekarang aku memanggilmu Taeyong-ssi.. ini sangat menyenangkan..haha.." batin hana, dia lalu berjalan menuju sekumpulan polisi yang sedang memungut barang bukti.
"ahh.. spica.. kami menemukan ini.." Kepala polis memperlihatkan beberapa barang yang sudah dibungkus lalu diletakan di meja. Di meja tersebut ada sebuah kain, botol kecil dengan alat semprotnya, gembok yang setengahnya sudah hancur, dan sepucuk surat. Hana mengambil surat tersebut lalu membukanya. "kau curang.. kau membuka surat itu tanpa menungguku terlebih dahulu.." . Hana menoleh kebelakang "sirius? kali ini aku yang mengurus suratnya.." kata hana sambil tertawa di akhir ucapannya. Kertas itu berisi angka dan sebuah kalimat.
7114715124714113
Buang barang berharga itu.
Lihatlah bulan..pertukaran akan menjadi untung malam ini.
"barang berharga? apa maksudnya?" tanya taeyong, dia mencoba mencari tau. "uang?" tanya sirius pada hana, hana hanya menaikan satu alisnya sambil menatap sirius. "tunggu dulu.. aku fikir.. setiap angka ini adalah urutan huruf.. beri aku selembar kertas.." taeyong memberi hana selembar kertas. "Mari kita lihat.." kata hana sambil mencoba menyelidiki suratnya. "kalian.. coba selidiki bahan yang terkandung dalam gembok, botol kecil, dan kain itu..".
...................
"taeyong-ssi.. lihat ini.." sirius memanggil taeyong agar menghampirinya. "gembok ini hancur karena meleleh.." . "bahan apa yang bisa membuatnya meleleh.. yang aku tau, gembok yang lee ahj gunakan adalah gembok kuat buatan italia... gembok itu sangat sulit untuk di hancurkan..." taeyong mencoba memutar mutar gembok itu untuk mencari tau. "tak salah lagi.. ini adalah cairan setan.." . "maksudmu? aqua regia?" sirius mengangguk. "cairan ini bisa melelehkan besi apapun.. tetapi cairan ini tergantung pada ketebalan besi tersebut, dan jika aku lihat dari gembok ini.. benda ini dapat meleleh dalam hitungan detik.." kata sirius mencoba menerangkan pada taeyong. "berarti cairan itu berasal dari botol ini.." taeyong memberikan botol kecil yang terdapat sebuah semprotan (bentuknya seperti tempat parfum) pada sirius. "kau benar.." . Taeyong berniat mengeluarkan sisa cairan dari dalam botol kedalam tangannya. "jangan.." . "wae?" . "bahan ini sangat panas bila mengenai tanganmu.." sirius merebut botolnya.
"Pencampuran HNO3 dengan HCL.. kedua bahan yang berbahaya.." kata sirius kembali memasukan botol itu ke dalam plastik. "bila kita meneteskannya pada besi, besi itu akan meleleh dan mengeluarkan asap yang sangat beracun.." . "kau sangat pintar sirius.. aku akan menangani kainnya.." kata taeyong lalu meninggalkan sirius yang masih sibuk dengan cairan setan itu.
Taeyong kembali dengan kain itu. "jadi bagaimana?" tanya sirius penasaran. "kain ini sudah diberi chloroform.." . "ahh.. CHCI3.." . "ya.. kau benar.. pelaku meneteskan beberapa tetes pada kain ini, lalu membekap lee ahj dengan kain ini.. biasanya cairan ini dipakai untuk pelarut organik.." kata taeyong lalu memberikan kainnya pada sirius. "sama seperti di film film.. mereka menggunakan chloroform untuk membekap korbannya.." kata sirius sambil terus memperhatikan kain itu. "hanya saja cara kerja chloroform asli tidak secepat dalam film.. nyatanya chlorofom bekerja dalam beberapa menit..tidak seperti pada film yang cara kerjanya hanya menggunakan hitungan detik.." kata Hana mengampiri mereka.
"kau benar spica.. film selalu memutar balikan fakta.. itulah film.. semua comedy bagiku.." kata taeyong sambil menelusuri setiap sudut ruangan itu. "bagaimana dengan surat nya? kau menemukan petunjuk..?" tanya sirius lalu mendekati hana. "bukan hanya petunjuk.. kita juga mendapat undangan teman teman.." kata hana lalu tersenyum tipis. "undangan?" tanya taeyong lalu ikut mendekati spica. "lihat baik baik.." kata hana menunjukan isi surat yang sudah ia selidiki. "semua angka itu ternyata benar benar urutan huruf... bila aku pisahkan menjadi seperti ini.. '7.1.14.7.15.12.4.7.14.1.13' itu akan menghasilkan sebuah kata.. yaitu 'gangoldgnam' ..." kata hana lalu memperlihatkan kertas hasil pemikirannya.
"lalu? dua kalimat itu?" tanya taeyong. "buang barang berharga itu.. kalian bisa lihat kata yang baru aku temukan itu.. disana ada kata 'gold' lalu jika kita ambil kata 'gold' itu.. sisa nya akan menjadi kata 'gangnam'..." . "kau hebat spica.." kata sirius memujinya. "bagaimana dengan kalimat 'lihatlah bulan.. pertukaran akan menjadi untung malam ini' ?" taeyong masih penasaran dengan teka teki ini. "bulan.. berarti malam hari.. dan 'pertukaran' sepertinya pelaku ingin lee ahj menukarkan sesuatu dengan si pelaku..."
"itu adalah.. emas dan anak dari lee ahj.." kata hana menambahkan. "gotcha!" kata taeyong sambil menjentikan jari. "dia ingin kita pergi ke gangnam untuk melakukan pertukaran.. dan barangnya adalah emas dan anak dari lee ahj.." kata taeyong dengan semangat. "kita harus menemui lee ahjussi.." sirius berjalan duluan ke luar gedung sekolah, hana dan taeyong mengikuti sirius dari belakang. Mereka kemudian pergi menuju rumah sakit menggunakan mobil Taeyong.
.............................
"bisakah kalian mengembalikan putriku padaku?" . "tenang saja lee ahj.. kami akan membawa putri anda dengan selamat.." kata taeyong. "umm.. tolong kembalikan ini pada nya.." lee ahj memberikan sebuah koper hitam pada mereka bertiga. "a..apa ini?" . "buka saja.." . "emas?!" mereka bertiga kaget melihat emas batangan yang cukup banyak didalam koper tersebut. "jadi.. benda yang ingin ditukarkan itu benar benar emas?" kata sirius masih kaget, lee ahj hanya mengangguk. "lee ahj.. jadi anda tau pelakunya?" tanya hana . "aku tak mengenalnya.. bahkan bertemu dengannya.. aku menemukan koper itu di depan rumah.. aku menyimpannya di bawah kasurku tanpa menggunakannya.. setelah aku menemukan koper itu... banyak yang menerorku setiap hari.. aku mulai gelisah.. akhirnya tadi pagi aku berniat mengembalikannya. tapi aku bingung mengembalikannya pada siapa.. jadi aku putuskan untuk mengurus pekerjaan kantorku.. tak kusangka dia datang mengacak acak ruang kerjaku lalu membekapku.. dan yang aku tau..aku sudah pingsan.." .
"seperti nya dari laporan anda.. si pelaku berniat mengambil kopernya.. tetapi dia tak menemukannya karena anda menyimpannya di bawah kasur anda... akhirnya dia membekap anda dan mencuri uang sekolah..." kata hana. "aku yakin.. dia sedang membutuhkan uang .. jadi dia mencuri uang sekolah.." kata taeyong. "ya.. kau benar.. sepertinya jika emas itu lee ahj bawa ke ruang kerja, dia tak akan mengambil uang sekolah.." kata sirius sambil memainkan kuku jarinya.
............................
Gangnam, 09.00 p.m
"maksud dia gangnam sebelah mana sih? gangnam kan luas.." kata taeyong lalu memberhentikan mobilnya. "lihat kertas di tiang listrik itu.." kata sirius menunjuk ke arah tiang listrik yang ditempelkan sebuah kertas bertuliskan 'tempat sempit yang bisa kau lewati agar sampai di rumah' . "sepertinya dia tau kita akan melewati jalan ini.." kata sirius. "ini pertigaan teman.. wajar saja dia menempelnya disini.." kata taeyong sambil menoleh kebangku belakang tempat spica dan sirius duduk. "tempat sempit yang bisa kau lewati agar sampai di rumah?" apa maksudnya sebuah gang?" tanya hana pada mereka berdua. "tapi gang yang mana?" tanya sirius. "gang tersempit?" tanya taeyong. "mari kita coba.." kata hana sambil melihat ke arah mereka berdua.
...........................
"dimana dia?" tanya taeyong berdiri di dekat mobilnya. "mungkin kita salah gang.." kata sirius. "kalian tak salah gang anak anak.." kata seorang pria bersuara berat dengan jubah hitam, ia menghampiri kami. Dia membawa putri lee ahj dalam keadaan terikat dan dibekap. "kami bawa kopernya.. sebaiknya kau kembalikan gadis itu.." kata taeyong memegang kopernya. "lempar padaku.. ahh .. bagaimana kalau secara bersamaan.. kau lempar barangmu padaku.. dan akan ku lempar gadis ini pada kalian.." . "serah dirimu saja.. aku akan ikuti kemauan mu asal gadis itu selamat..." kata taeyong bersiap melempar kopernya. "1...2...3" taeyong melempar kopernya, lalu si pelaku mendorong kasar gadis itu. Lelaki dengan jubah hitam itu lalu tertawa sambil membuka kopernya, dia mengambil beberapa batang emas lalu melemparnya pada mereka. "ini sebagai pengganti uang sekolah.. bagaimana? cukupkah? menurutku lebih dari cukup.." katanya lalu tertawa sambil berjalan menjauh dari mereka.
Keesokan harinya....
"aku dengar uang sekolah sudah kembali..?" tanya seorang lelaki pada hana. "iyaa..itu benar.." . "para detektif muda itu hebat.. apalagi aku dengar spica dan sirius masih SMA.." . "kau tau darimana?" . "aku lupa.. yang pasti katanya mereka masih SMA.. hmm kira kira bagaimana ya kalau ternyata mereka sekolah disini?.. itu pasti hebat.." . "bisa saja.." . "tapi aku fikir.. kau dan spica sedikit mirip.." . "mirip? haha masa iya? hanya mirip kan? mungkin dia yang meniru ku.." kata hana, dia sedikit kaget mendengar perkataan temannya. "aku serius.. kalian seperti.. kembar.. apa mungkin?" . "tidak minhyuk.. aku tidak kembar dengan siapapun.. kau tau kan.. aku anak sulung..." ucap hana pada lelaki yang bernama minhyuk itu.
"jangan jangan ibumu membuang kembaranmu? bagaimana?" . "jangan mengada ngada.. yang benar saja.. mana mungkin ibuku melakukan itu.." . "haha.. aku hanya bercanda hana.. tapi kalau urusan kemiripan.. kalian memang mirip.....hmmm.. sedikit..mungkin karena riasan yang dipakai spica.." . "iyaaaa..iyaa... serah dirimu saja..lebih baik kita ke perpustakaan untuk meminjam buku untuk tugas... kajja.." kata hana sambil menarik minhyuk.
..................
Mereka berdua mulai mengelilingi perpustakaan untuk mencari buku yang mereka cari. "tak kusangka perpustakaan milik sekolah kita sangat luas.. aku mulai lelah melihat semua judul judul itu.. apalagi buku dengan judul 'matematika' .. " kata minhyuk lalu pergi ke tempat duduk untuk beristirahat sebentar. "kau mudah sekali lelah.." kata hana lalu ikut duduk di sebelah minhyuk. "berikan tanganmu.." kata minhyuk. "untuk?" . "berikan saja dulu.." kata minhyuk lalu menggenggam tangan hana. "kau mau apa?" . "aku kedinginan.. ac disini membuatku kedinginan.." kata minhyuk sambil terus menggenggam tangan hana. "kita harus selesaikan tu....." ucapan hana terpotong oleh getar hp milik hana.
"siapa?" tanya minhyuk. "lepaskan tanganku sebentar..aku akan mengetik..." kata hana sambil melepaskan tangannya dari genggaman minhyuk. "sirius?" kata hana. "kau...? kau punya nomer hp sirius???" kata minhyuk dengan nada yang keras. "ssttt.. berisik minhyuk.. ini di perpustakaan.. orang orang mulai memperhatikan kita..." kata hana sambil menutup mulut minhyuk. "jadi kau benar benar mempunyai nomernya..?" kata minhyuk sambil berbisik. "aku tak bilang sirius.. tadi aku bilang serius.." . "aihh aku kira..." kata minhyuk.
TBC

0 komentar:
Posting Komentar