Cast
Moon Hyeji (OC)
Jaebum
Seungcheol
Mingyu
Wonwoo
Ming Hao
Jun
Hoshi
Woozi
And All Memb Seventeen + OC
Genre
Romance, 17
Author
kimgihana
Seorang gadis sedang berdiri di depan sebuah gedung dekat sekolahnya, gadis itu lalu mengambil hp yang ada di sakunya lalu menelpon seseorang. "aku sudah sampai.. cepatlah kebawah.." gadis itu lalu mematikan telpnya dan menaruh kembali hp nya ke dalam saku. Setelah menunggu beberapa menit, seorang lelaki datang menghampirinya. "ahh maaf membuat mu menunggu lama.." . "tenang saja paman.. belum setengah jam kan paman?" kata gadis itu lalu tersenyum kepada lelaki yang dipanggilnya paman itu. "ayo kita ke dalam..." lelaki itu mengajaknya ke dalam gedung yg bernama "Pledis Entertainment" itu. "Hyeji.. kau sudah tau kan pekerjaan paman apa?" . Gadis bernama Hyeji itu hanya mengangguk. "kalau begitu kau sudah mengerti apa yang harus kau perbuat selama paman pergi.." . Hyeji lalu menghentikan langkahnya, pamannya bingung dengan tingkah keponakannya. "ada apa?" . "jadi.. aku harus menjadi manager selama paman pergi..?" kata hyeji dengan wajah datar, pamannya hanya mengangguk lalu menarik tangan hyeji "kajja.. sebelum mereka mati karena lama menunggu.." .
Mereka akhirnya sampai di depan sebuah pintu bertuliskan "Practice Room" hyeji tidak yakin untuk membukanya. "ahh.. aku harus pergi sebentar untuk mengurus surat cuti ku selama seminggu.. kau masuk duluan saja.. kau bisa kan berkenalan sendiri?" . "tapi paman.. aku.." . "kau kan sudah besar..ne? paman pergi dulu sebentar.. anyeong.." paman hyeji lalu berlari sambil melambaikan tangannya. Hyeji masih ragu untuk membuka pintu tersebut, selama 5 menit dia hanya mematung disana. Tapi akhirnya hyeji memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut.
"a..nyeong..." kata hyeji sambil membuka pintu pelan pelan. "ohh.. anyeong.." kata seorang lelaki berambut pirang lalu berdiri disusul teman temannya. Hyeji lalu tersenyum kepada mereka semua sambil memberi salam, begitupun sebaliknya. "umm.. Moon hyeji imnida.." hyeji masih malu berbicara dengan mereka. "apa perlu kami sebutkan nama kami satu satu?" tanya seorang lelaki dengan senyum ramahnya, hyeji mengangguk. "kau tak tau kami? kau tinggal dimana?" tanya lelaki berambut coklat disebelah lelaki tadi. "aku tau kalian.. hanya.. hanya saja.. kalian terlalu banyak.. aku susah mengenali kalian.." kata hyeji sambil menunduk malu.
"Seungcheol imnida.." kata lelaki berambut pirang tadi, hyeji hanya tersenyum. "Choi Hansol, kau bisa memanggilku vernon.." kata seorang lelaki berambut coklat yang berada di sebelah seungcheol dengan nada malasnya. "Joshua.." lelaki itu tersenyum sambil memperlihatkan matanya yang manis. "Lee Ji Hoo, panggil saja Woozi.." ucap lelaki bertubuh pendek berambut pink pirang. "Jeonghan.." lelaki itu berambut panjang. "Junhui.. panggil aku jun.." , " aku hoshi..maaf soal penampilanku.." kata lelaki itu sambil tertawa dengan rambutnya yang berantakan . "wonwoo.." lelaki itu menatap hyeji dingin. "Seokmin.." kata lelaki berambut coklat sambil tersenyum. "eumm.. mingyu.." , "minghao.. xu minghao.." , "Nama asliku Lee Chan.. tapi kau bisa memanggilku dengan sebutan dino.." lelaki itu memakai topi dan sangat ceria dihadapan hyeji. "Seungkwan.." dia lelaki terakhir yang memperkenalkan diri pada hyeji.
"eumm.. aku akan mencoba mengingatnya.." kata hyeji diakhiri tawa kecilnya. "umm baiklah.. lalu sekarang apa yang akan kita lakukan?" kata jeonghan. "bermain?" dino mencoba memberi usulan. "simpan usulanmu itu anak muda.. bagaimana kalau makan?" kata joshua memberi usulan. "lebih baik kita duduk membuat lingkaran, membicarakan sesuatu agar bisa lebih dekat dengan hyeji ehh.. tahun berapa kau lahir?" kata jun diakhiri dengan pertanyaan. "97.." kata hyeji. "ohh oke.. hyeji-ssi?" kata jun masih ragu, hyeji mengangguk. "aku berasal dari china jadi belum terlalu tahu cara memanggil seseorang.." kata jun tersenyum. "dia gege yang baik.." kata dino. "berhenti memanggilku dengan sebutan gege lagi.." kata jun kesal. "aku suka gege jun" kata dino tetap dengan sebutan gege. "panggil aku hyung, nanti aku belikan kue beras.." . "kue beras hanya 1 won untuk apa aku menuruti kemauanmu hanya untuk 1 won.." kata dino lalu berlari keluar. "yak!.." kata jun lalu berlari mengejar dino.
"ehmm.. mian...mereka memang sering bertengkar.." kata jeonghan lalu duduk di lantai disusul yang lain. "jadi bagaimana? kau sudah hafal semua nama kami?" tanya jeonghan. "umm.. yang tadi memakai topi bernama dino, lalu yang mengejarnya jun.. apa aku benar?" . "ne.. lalu siapa namaku?" tanya jeonghan. "jo.. ehh jeong.. han?" . "ne..kau hebat.. di sebelahku siapa?" . "seungcheol..." kata hyeji sambil menunjuk seungcheol. "kau benar lagi.." . "eumm lalu kau vernon, kau hoshi, kau woozi, joshua, minghao, wonwoo, mingyu, seungkwan, dan kau seokmin.." kata hyejin menunjuk satu satu dari mereka "apa aku benar?" tambahnya. "sedikit lagi.. dia mingyu, dan dia wonwoo.. kau terbalik menyebutnya.." kata jeonghan lalu mengkoreksinya. "eumm.. tertukar ya.. ohh ne.. aku akan berusaha.." kata hyeji sambil mengepal tangannya. Mereka semua tersenyum, eumm tidak semua.. hanya wonwoo saja yang berwajah datar disana.
"bagaimana dengan sesi berkenalannya?" paman hyeji masuk kedalam ruangan tsb, mereka semua tersenyum saat kedatangannya. "berjalan dengan lancar sersan.." kata seungcheol sambil hormat pada paman hyeji. "lanjutkan tugasmu kalau begitu.." . "tugas?" tanya seokmin . "ganti baju kalian dan bersiap siap masuk ke mobil.. kita ada show di musicbank hari ini..cepat cepat.." . "aigoo.." kata mingyu langsung berlari, mereka semua berlari berhamburan ke arah yang berbeda. Ada yang mengambil tas nya, beberapa topinya, beberapa sepatu, dan juga alat makeup (poor jeonghan). "paman.. apa aku harus ikut?" tanya hyeji. "kau harus ikut.. ini akan menjadi pekerjaanmu selama sepekan.. kajja.. kita ke mobil.." .
HYEJI POV on.
Aku sudah berada di mobil bersama paman, dan 6 member seventeen yaitu mingyu, jeonghan, seungcheol, woozi, dino dan hoshi. Mereka sangat berisik, aku tak bisa membayangkan bila semua member berada dalam satu mobil. Di perjalanan aku membaca buku sambil mendengarkan lagu, tiba tiba mingyu menepuk pundakku. "wae?" tanyaku sambil menoleh ke belakang. "eumm.. aniya.. apa kau tidak bosan membaca buku terus?" . "menurutku ini menyenangkan.." . "mungkin buku mu akan terlupakan jika kau berbaur dengan kami.." . "maybe?" aku tersenyum pada mingyu lalu kembali membaca buku ku. Akhirnya kami sampai di tempat mereka akan tampil.
AUTHOR POV on.
Mereka semua berjalan menuju belakang panggung untuk menyiapkan penampilan mereka, mulai dari makeup sampai pakaian. "10 menit lagi untuk tampil.." seorang wanita dengan kacamata dan beberapa kertas yang bertumpukan masuk ke ruangan Seventeen berada lalu kembali berlari keluar.
10 menit berlalu, seventeen sudah berada di atas panggung dan menyanyikan lagu andalan mereka. Hyeji dan pamannya hanya melihat mereka tampil lewat tv yang disediakan di ruangan itu. "lihat mereka.. begitu energik.." paman hyeji tersenyum melihat mereka semua, walaupun tidak langsung. "eumm.. ya.." kata hyeji. "apa yang kau fikirkan?" paman hyeji bertanya padanya. "aniya.." . "hmm bagaimana dengan perkenalan kalian..?" . "lumayan juga..hmm paman.. ceritakan soal mereka padaku..jebal.." . "yang mana dulu? mereka semua?" . "ne.." kata hyeji dengan semangatnya. "kau akan tau sendiri.." kata paman hyeji sambil mengacak rambut hyeji lalu pergi keluar ruangan.
Mereka semua sudah selesai tampil, dan memutuskan untuk langsung pulang ke dorm mereka bersama hyeji dan pamannya. Mereka memakai 2 mobil (mungkin karena terlalu banyak member:v) , Hyeji pulang bersama pamannya, dan 6 member seventeen yang tadi satu mobil dengannya. Akhirnya mereka sampai ke dorm dengan selamat sentosa:v
"kyaa.. sangat melelahkan..." ucap jun lalu berbaring di sofa. "kau benar gege.." kata dino lalu membuka kemejanya. "berhenti memanggilku gege.." jun kesal dengan dino lalu melemparnya dengan sendal miliknya. "yak.." dino lalu mengusap kepalanya. "nuna.. bela aku.." dino mendekati hyeji lalu menarik tangannya mendekati jun, tapi hyeji tersandung dan hampir terjatuh ke arah jun, tetapi jun menahannya. Mereka saling bertatapan cukup lama. "k..kau.. tidak apa apa kan?" kata jun masih memegang tangan hyeji, posisi jun sedang memegang pinggang dan tangan hyeji sedangkan hyeji memegang pundak jun. Hyeji hanya menggeleng, dia masih kaget dengan apa yang terjadi.
"untung nuna dan gege tidak terjatuh.." kata dino. Mereka membenarkan posisi masing masing, karena mereka baru sadar akan keberadaan dino. Paman hyeji masuk ke dorm mereka "hyeji.." . "waeyo?" hyeji menghampiri pamannya itu. "aku harus berangkat sekarang.. aku sudah memesan tiket nya jauh jauh hari.. minggu depan aku kembali kesini.. anak anak.. berbaik hatilah padanya ne?" . "nee.." mereka semua menjawab serempak. "kalau kau butuh apa apa.. hubungi aku.. eumm baiklah.. anyeong.." kata paman hyeji lalu meninggalkan mereka semua. "hati hati ahjussi.. aku akan merindukanmu.." teriak hoshi sambil melambaikan tangan. Setelah kepergian paman hyeji, mereka kembali ke aktifitas masing masing.
Hyeji kebingungan, dan akhirnya memutuskan untuk pergi keluar mencari camilan. "mau kemana nuna?" tanya seungkwan sambil berjalan menuju hyeji yang sudah berada di depan pintu. "aku hanya ingin menikmati udara malam sambil mencari camilan.. kau mau menitip?" . "eumm.. ani.. apa aku boleh ikut?" . "tentu saja.. kajja.." kata hyeji lalu langsung berjalan.
...
"kau mau apa? biar aku belikan.." kata hyeji sambil mencari snack disana (supermarket). "tak usah nuna.. aku tidak ingin memakan camilan.." . "eumm baiklah.. oh iya.. apa yang disukai teman temanmu..?" . "mereka mesin penggiling.. kau tau nuna.. mereka pemakan segalanya.." . Hyeji tertawa "kau lucu.." hyeji lalu pergi meninggalkan seungkwan untuk mencari camilan lain. Seungkwan yang mendengar hal itu langsung tersenyum.
"nuna kau mencari apa?" . "coklat.." . "itu disana.." kata seungkwan sambil menunjuknya. "kau benar.. gomawo.." hyeji menepuk pundak seungkwan lalu mengambil 3 buah coklat. "3 buah? kau akan menghabiskan semuanya malam ini nuna?" . "tentu saja tidak..aku akan memakan 1 malam ini.. sisanya entah kapan..mungkin besok di sekolah.." . "aku kira kau akan memberikan kepada seorang lelaki.." . "mungkin iya mungkin tidak.." hyeji berjalan menuju kasir. "kalau iya.. siapa yang akan kau berikan?" . "teman sekelasku? mantan kekasihku? eumm siapa ya? entahlah..".
Mereka berdua berjalan pulang menuju dorm. Di dalam gedung menuju dorm mereka bertemu seorang lelaki yang tiba tiba menarik tangan hyeji. "kau tau darimana aku ada disini?" tanya hyeji pada lelaki itu. "aku mencarimu kemana mana.. aku masih mencintaimu.. " kata lelaki itu sambil memegang tangan hyeji. Seungkwan yang bingung memutuskan berjalan ke dorm sendiri karena takut mengganggu mereka.
"anyeong haseyo.." seungkwan masuk ke dalam dorm. "kau bawa banyak kantung plastik hyung.. jangan jangan camilan?" tanya dino mendekati seungkwan. "siapa yang membelinya? kau? aku tak yakin itu semua uangmu.." tanya hoshi. "ini semua hyeji nuna yang membelinya..." kata seungkwan lalu menyimpan kantung plastik tersebut di atas meja. "lalu dimana hyeji?" tanya jeonghan. "dia ditarik seorang lelaki, aku tak tau siapa lelaki itu.. aku sempat melihat mereka berdua bertengkar dari jauh.." . "apa ayahnya?" tanya dino. "tidak.. lelaki itu sepertinya seumuran dengan hyeji nuna.." kata seungkwan. "dimana mereka sekarang?" tanya jeonghan. "di lantai dasar... aku harap hyeji nuna baik baik saja.." kata seungkwan lalu duduk di sofa bersebelahan dengan jun. "ya.. hyeji nuna sangat baik.. padahal aku baru mengenalnya beberapa jam yang lalu.. tapi dia sudah baik padaku.." kata dino lalu mengambil pocky dalam kantung plastik itu dan duduk dilantai.
"kira kira sedang apa mereka?" tanya jun penasaran. "menyelesaikan masalah mereka berdua?" ucap hoshi. "mungkin mereka pernah berhubungan dekat.. lalu bertengkar.." kata woozi lalu meneguk botol cola. "untuk apa kalian mengurusi masalahnya? lagipula kalian tidak terlalu mengenalinya kan?" kata wonwoo lalu mengambil hp di dalam sakunya. "kita memang tidak terlalu mengenalinya.. tapi.. aku rasa kita memang harus lebih mengenalnya.. kau terlalu memikirkan dirimu sendiri wonwoo.. itulah kelemahanmu.." kata seungcheol lalu berjalan keluar. Wonwoo hanya diam sambil memasang earphone pada kedua telinganya dan mulai mendengarkan musik.
Sementara itu...
"Lebih baik kau pergi saja darisini.. aku tak membutuhkanmu Kim Jaebum!" kata hyeji membentak lelaki bernama jaebum itu. "aku tak akan pergi sebelum kau memaafkanku...jebal.. mianhae hyejissi.. nareul saranghamnida.." kata jaebum lalu memeluk hyeji. Mereka berdua berada di luar gedung pledis yang keadaannya sangat sepi, hanya angin malam dan pohon yang menjadi saksi bisu pertengkaran mereka berdua di malam itu. Tak terasa hyeji menangis dipelukan jaebum. Jaebum tersenyum sambil menutup matanya, kedua tangannya masih memeluk hyeji. Jaebum menarik dagu hyeji mendekat dengan wajahnya, lalu jaebum kembali memeluk badan hyeji dan akhirnya mencium hyeji. Hyeji memukul pundak jaebum supaya dia melepaskannya, tetapi jaebum lebih kuat dari hyeji. Mereka berciuman cukup lama hingga akhirnya hyeji menyerah untuk memukulinya lagi. Jaebum melepaskan ciumannya, lalu mengelus pipi hyeji. "aku tau.. kau pasti merindukan hal itu kan? aku harap kau menarik kembali apa yang pernah kau ucapkan padaku Moon Hyeji.." kata jaebum lalu melepaskan pelukannya lalu berjalan menjauh, hyeji hanya terdiam sampai jaebum benar benar sudah menghilang dari hadapannya.
......
"kau bohong seungkwan.." kata seungcheol saat kembali ke dorm. "apa maksudmu hyung?" tanya seungkwan bingung. "aku baru saja ke lantai dasar.. dan aku lihat mereka baik baik saja.. malah aku lihat mereka baru saja berciuman.." kata seungcheol . "jinjja? tapi aku lihat.. tadi mereka bertengkar hebat.. hyeji nuna membentaknya beberapa kali.." kata seungkwan. "mungkin mereka sepasang kekasih yang bertengkar.. dan akhirnya berbaikan.." kata woozi dengan entengnya. "berpacaran?" tanya jun. "apa kau yakin dengan katakata mu?" tanya mingyu. "ahh aku belum percaya 100%" kata dino. "lebih baik nanti kita tanyakan saja padanya langsung.." kata jeonghan.
"anyeong haseyo.." kata hyeji masuk kedalam dorm dengan mata yang sembab. "apa yang terjadi?" tanya jun lalu mendekati hyeji. "aniya.. memangnya aku kenapa?" . "matamu nuna.." kata dino pelan. "mataku? apa yang terjadi dengan mataku.. aku rasa.. biasa saja.." . "kau jangan berbohong.. apa yang terjadi.." kata seungcheol. "kalian ini kenapa? aku tak apa apa.." . "aku baru saja melihatmu bertengkar nuna.." kata seungkwan. "apa gara gara lelaki itu?" tanya hoshi. Hyeji hanya terdiam, mereka akhirnya memutuskan untuk tidak bertanya lagi agar hyeji bisa menenangkan dirinya dulu. "aku lelah.. aku sepertinya akan pulang.." kata hyeji mengambil tasnya. "eumm.. kau yakin baik baik saja?" tanya jun khawatir, hyeji hanya mengangguk lalu berjalan keluar dorm dan pulang.
TBC
[FF] Seventeen_ The Practice Room//Chapter 1
Diposting oleh
Bulan
on Senin, 14 Maret 2016
/
Comments: (0)
[FF] Detective Spica and Sirius//Chapter 1
Diposting oleh
Bulan
/
Comments: (0)
Cast
Kim Gi Hana (OC)
Jung Seulbi (OC)
Lim Changkyung
Lee Minhyuk
Park Taeyong
Song Mino
Shin Sohee
and OC
Genre
Romance, Comedy, Detektive(ini termasuk genre kah?), 17:v
Summary
"Merahasiakan identitas asli bukan perkara mudah... seorang pelajar dan detektif? apa bisa?"
"jadi.. kau mau jadi apa bila sudah besar...?" ucap seorang wanita paruh baya menyisir rambut seorang anak perempuan yang berada di pangkuannya dengan lembutnya. "detektif..aku ingin menjadi detektif eomma.." . "wae?" . "agar aku bisa tau siapa yang membunuh ayah.." .
Tuk Tuk Tuk...
"nuguseyo?" suara ketukan itu membuatku terbangun dari lamunanku. Pintu pun terbuka dan terlihatlah sosok laki laki berdiri tepat di belakangku lalu menutup mataku. "eh..nuguseyo? taeyong oppa?" . "tebakanmu selalu benar hana-ssi..." kata lelaki bernama taeyong lalu melepaskan tangannya perlahan dari kedua mataku. "bentuk tanganmu..dan..aroma mu.." . "jinjja?" . "hmm" kataku sambil mengangguk.
"hari ini sekolah diliburkan.. kau sudah tau itu? " tanyanya padaku lalu duduk di sebelahku. "aniya.. aku tak tahu sekolah diliburkan.. hanya saja..kepala ku tidak sanggup untuk datang ke sekolah.." . "maksudmu?" . "rumus rumus itu.. kepalaku tak sanggup lagi... ahh ani ani.. otakku lebih tepatnya..dia butuh istirahat" kataku sambil mencelupkan kedua kakiku ke dalam kolam kecil yang berada di sebuah taman yang ada di belakang rumahku.
"Oppa.. soal sekolah.. kenapa diliburkan?" . "uang sekolah telah dicuri..dan juga anak kepala sekolah diculik" . "mwo? siapa? siapa yang telah mencuri uangnya dan menculik anak kepala sekolah?" . "masih dalam penyelidikan.. kepala sekolah pingsan di ruangannya.. dan belum sadar .. dia baru saja dibawa ke rumah sakit.." . "apa mereka menggunakan para detektif tua itu lagi? seperti kasus penyelundupan narkoba kemarin.." . "maksudmu Jino si detektif handal itu?" . "ne.. handal? dia sudah terlalu tua.." . "aku tau kau membencinya.. tapi.. bisakah kau tidak menyebutnya dengan sebutan 'terlalu tua' itu? walaupun begitu..dia adalah panutanku.. aku ingin menjadi detektif seperti dia..." . "kau kan sudah menjadi detektif.. untuk apa kau menjadi detektif lagi?" . "maksudku.. detektif handal seperti jino.. hana-ssi.." . "ne.. serah saja.." . Taeyong tertawa lalu mengacak rambutku, kemudian dia pamit padaku.
Drrrt..Drrtt..
Aku segera berdiri lalu mengambil handphone yang berada di atas kasurku, ternyata ada pesan masuk. "sirius? pasti soal pencurian itu.."
From : Sirius
Spica.. apa kau bisa memecahkannya? aku dalam perjalanan menuju kesana..sampai jumpa di sana^^
AUTHOR Pov.
Hana segera berangkat menuju gedung sekolah yang lumayan jauh dari rumahnya. Tak lupa dengan wig berwarna coklatnya, itu salah satu penyamarannya. Hana adalah seorang pelajar dan juga seorang detektif bernama Spica. Orang orang tak ada yang tahu kalau dua wanita bernama Hana dan Spica itu adalah satu wanita yang sama, dia menyembunyikan identitas aslinya pada semua orang. Lalu siapa sirius?
Sirius rekan si detektif cerdas, Spica. Sirius sangat misterius, bahkan spica tidak tahu identitas asli sirius. Sirius bertemu dengannya saat kasus pembunuhan, mereka menyelidiki kasus yang sama dan akhirnya mereka memutuskan untuk berteman.. mungkin.
Hana(Spica) sampai di gedung sekolah dan mulai berjalan ke arah kantor kepala sekolah, Lee Ahjussi. "Spica.." suara seorang lelaki memanggilnya, Hana menoleh. "Taeyong-ssi.. waeyo?" . "kau sudah datang rupanya.. aku menunggumu disini.. aku ingin melihat permainanmu.." Hana hanya tersenyum. "aku baru saja bertemu denganmu.. beberapa jam yang lalu aku memanggilmu oppa.. dan sekarang aku memanggilmu Taeyong-ssi.. ini sangat menyenangkan..haha.." batin hana, dia lalu berjalan menuju sekumpulan polisi yang sedang memungut barang bukti.
"ahh.. spica.. kami menemukan ini.." Kepala polis memperlihatkan beberapa barang yang sudah dibungkus lalu diletakan di meja. Di meja tersebut ada sebuah kain, botol kecil dengan alat semprotnya, gembok yang setengahnya sudah hancur, dan sepucuk surat. Hana mengambil surat tersebut lalu membukanya. "kau curang.. kau membuka surat itu tanpa menungguku terlebih dahulu.." . Hana menoleh kebelakang "sirius? kali ini aku yang mengurus suratnya.." kata hana sambil tertawa di akhir ucapannya. Kertas itu berisi angka dan sebuah kalimat.
7114715124714113
Buang barang berharga itu.
Lihatlah bulan..pertukaran akan menjadi untung malam ini.
"barang berharga? apa maksudnya?" tanya taeyong, dia mencoba mencari tau. "uang?" tanya sirius pada hana, hana hanya menaikan satu alisnya sambil menatap sirius. "tunggu dulu.. aku fikir.. setiap angka ini adalah urutan huruf.. beri aku selembar kertas.." taeyong memberi hana selembar kertas. "Mari kita lihat.." kata hana sambil mencoba menyelidiki suratnya. "kalian.. coba selidiki bahan yang terkandung dalam gembok, botol kecil, dan kain itu..".
...................
"taeyong-ssi.. lihat ini.." sirius memanggil taeyong agar menghampirinya. "gembok ini hancur karena meleleh.." . "bahan apa yang bisa membuatnya meleleh.. yang aku tau, gembok yang lee ahj gunakan adalah gembok kuat buatan italia... gembok itu sangat sulit untuk di hancurkan..." taeyong mencoba memutar mutar gembok itu untuk mencari tau. "tak salah lagi.. ini adalah cairan setan.." . "maksudmu? aqua regia?" sirius mengangguk. "cairan ini bisa melelehkan besi apapun.. tetapi cairan ini tergantung pada ketebalan besi tersebut, dan jika aku lihat dari gembok ini.. benda ini dapat meleleh dalam hitungan detik.." kata sirius mencoba menerangkan pada taeyong. "berarti cairan itu berasal dari botol ini.." taeyong memberikan botol kecil yang terdapat sebuah semprotan (bentuknya seperti tempat parfum) pada sirius. "kau benar.." . Taeyong berniat mengeluarkan sisa cairan dari dalam botol kedalam tangannya. "jangan.." . "wae?" . "bahan ini sangat panas bila mengenai tanganmu.." sirius merebut botolnya.
"Pencampuran HNO3 dengan HCL.. kedua bahan yang berbahaya.." kata sirius kembali memasukan botol itu ke dalam plastik. "bila kita meneteskannya pada besi, besi itu akan meleleh dan mengeluarkan asap yang sangat beracun.." . "kau sangat pintar sirius.. aku akan menangani kainnya.." kata taeyong lalu meninggalkan sirius yang masih sibuk dengan cairan setan itu.
Taeyong kembali dengan kain itu. "jadi bagaimana?" tanya sirius penasaran. "kain ini sudah diberi chloroform.." . "ahh.. CHCI3.." . "ya.. kau benar.. pelaku meneteskan beberapa tetes pada kain ini, lalu membekap lee ahj dengan kain ini.. biasanya cairan ini dipakai untuk pelarut organik.." kata taeyong lalu memberikan kainnya pada sirius. "sama seperti di film film.. mereka menggunakan chloroform untuk membekap korbannya.." kata sirius sambil terus memperhatikan kain itu. "hanya saja cara kerja chloroform asli tidak secepat dalam film.. nyatanya chlorofom bekerja dalam beberapa menit..tidak seperti pada film yang cara kerjanya hanya menggunakan hitungan detik.." kata Hana mengampiri mereka.
"kau benar spica.. film selalu memutar balikan fakta.. itulah film.. semua comedy bagiku.." kata taeyong sambil menelusuri setiap sudut ruangan itu. "bagaimana dengan surat nya? kau menemukan petunjuk..?" tanya sirius lalu mendekati hana. "bukan hanya petunjuk.. kita juga mendapat undangan teman teman.." kata hana lalu tersenyum tipis. "undangan?" tanya taeyong lalu ikut mendekati spica. "lihat baik baik.." kata hana menunjukan isi surat yang sudah ia selidiki. "semua angka itu ternyata benar benar urutan huruf... bila aku pisahkan menjadi seperti ini.. '7.1.14.7.15.12.4.7.14.1.13' itu akan menghasilkan sebuah kata.. yaitu 'gangoldgnam' ..." kata hana lalu memperlihatkan kertas hasil pemikirannya.
"lalu? dua kalimat itu?" tanya taeyong. "buang barang berharga itu.. kalian bisa lihat kata yang baru aku temukan itu.. disana ada kata 'gold' lalu jika kita ambil kata 'gold' itu.. sisa nya akan menjadi kata 'gangnam'..." . "kau hebat spica.." kata sirius memujinya. "bagaimana dengan kalimat 'lihatlah bulan.. pertukaran akan menjadi untung malam ini' ?" taeyong masih penasaran dengan teka teki ini. "bulan.. berarti malam hari.. dan 'pertukaran' sepertinya pelaku ingin lee ahj menukarkan sesuatu dengan si pelaku..."
"itu adalah.. emas dan anak dari lee ahj.." kata hana menambahkan. "gotcha!" kata taeyong sambil menjentikan jari. "dia ingin kita pergi ke gangnam untuk melakukan pertukaran.. dan barangnya adalah emas dan anak dari lee ahj.." kata taeyong dengan semangat. "kita harus menemui lee ahjussi.." sirius berjalan duluan ke luar gedung sekolah, hana dan taeyong mengikuti sirius dari belakang. Mereka kemudian pergi menuju rumah sakit menggunakan mobil Taeyong.
.............................
"bisakah kalian mengembalikan putriku padaku?" . "tenang saja lee ahj.. kami akan membawa putri anda dengan selamat.." kata taeyong. "umm.. tolong kembalikan ini pada nya.." lee ahj memberikan sebuah koper hitam pada mereka bertiga. "a..apa ini?" . "buka saja.." . "emas?!" mereka bertiga kaget melihat emas batangan yang cukup banyak didalam koper tersebut. "jadi.. benda yang ingin ditukarkan itu benar benar emas?" kata sirius masih kaget, lee ahj hanya mengangguk. "lee ahj.. jadi anda tau pelakunya?" tanya hana . "aku tak mengenalnya.. bahkan bertemu dengannya.. aku menemukan koper itu di depan rumah.. aku menyimpannya di bawah kasurku tanpa menggunakannya.. setelah aku menemukan koper itu... banyak yang menerorku setiap hari.. aku mulai gelisah.. akhirnya tadi pagi aku berniat mengembalikannya. tapi aku bingung mengembalikannya pada siapa.. jadi aku putuskan untuk mengurus pekerjaan kantorku.. tak kusangka dia datang mengacak acak ruang kerjaku lalu membekapku.. dan yang aku tau..aku sudah pingsan.." .
"seperti nya dari laporan anda.. si pelaku berniat mengambil kopernya.. tetapi dia tak menemukannya karena anda menyimpannya di bawah kasur anda... akhirnya dia membekap anda dan mencuri uang sekolah..." kata hana. "aku yakin.. dia sedang membutuhkan uang .. jadi dia mencuri uang sekolah.." kata taeyong. "ya.. kau benar.. sepertinya jika emas itu lee ahj bawa ke ruang kerja, dia tak akan mengambil uang sekolah.." kata sirius sambil memainkan kuku jarinya.
............................
Gangnam, 09.00 p.m
"maksud dia gangnam sebelah mana sih? gangnam kan luas.." kata taeyong lalu memberhentikan mobilnya. "lihat kertas di tiang listrik itu.." kata sirius menunjuk ke arah tiang listrik yang ditempelkan sebuah kertas bertuliskan 'tempat sempit yang bisa kau lewati agar sampai di rumah' . "sepertinya dia tau kita akan melewati jalan ini.." kata sirius. "ini pertigaan teman.. wajar saja dia menempelnya disini.." kata taeyong sambil menoleh kebangku belakang tempat spica dan sirius duduk. "tempat sempit yang bisa kau lewati agar sampai di rumah?" apa maksudnya sebuah gang?" tanya hana pada mereka berdua. "tapi gang yang mana?" tanya sirius. "gang tersempit?" tanya taeyong. "mari kita coba.." kata hana sambil melihat ke arah mereka berdua.
...........................
"dimana dia?" tanya taeyong berdiri di dekat mobilnya. "mungkin kita salah gang.." kata sirius. "kalian tak salah gang anak anak.." kata seorang pria bersuara berat dengan jubah hitam, ia menghampiri kami. Dia membawa putri lee ahj dalam keadaan terikat dan dibekap. "kami bawa kopernya.. sebaiknya kau kembalikan gadis itu.." kata taeyong memegang kopernya. "lempar padaku.. ahh .. bagaimana kalau secara bersamaan.. kau lempar barangmu padaku.. dan akan ku lempar gadis ini pada kalian.." . "serah dirimu saja.. aku akan ikuti kemauan mu asal gadis itu selamat..." kata taeyong bersiap melempar kopernya. "1...2...3" taeyong melempar kopernya, lalu si pelaku mendorong kasar gadis itu. Lelaki dengan jubah hitam itu lalu tertawa sambil membuka kopernya, dia mengambil beberapa batang emas lalu melemparnya pada mereka. "ini sebagai pengganti uang sekolah.. bagaimana? cukupkah? menurutku lebih dari cukup.." katanya lalu tertawa sambil berjalan menjauh dari mereka.
Keesokan harinya....
"aku dengar uang sekolah sudah kembali..?" tanya seorang lelaki pada hana. "iyaa..itu benar.." . "para detektif muda itu hebat.. apalagi aku dengar spica dan sirius masih SMA.." . "kau tau darimana?" . "aku lupa.. yang pasti katanya mereka masih SMA.. hmm kira kira bagaimana ya kalau ternyata mereka sekolah disini?.. itu pasti hebat.." . "bisa saja.." . "tapi aku fikir.. kau dan spica sedikit mirip.." . "mirip? haha masa iya? hanya mirip kan? mungkin dia yang meniru ku.." kata hana, dia sedikit kaget mendengar perkataan temannya. "aku serius.. kalian seperti.. kembar.. apa mungkin?" . "tidak minhyuk.. aku tidak kembar dengan siapapun.. kau tau kan.. aku anak sulung..." ucap hana pada lelaki yang bernama minhyuk itu.
"jangan jangan ibumu membuang kembaranmu? bagaimana?" . "jangan mengada ngada.. yang benar saja.. mana mungkin ibuku melakukan itu.." . "haha.. aku hanya bercanda hana.. tapi kalau urusan kemiripan.. kalian memang mirip.....hmmm.. sedikit..mungkin karena riasan yang dipakai spica.." . "iyaaaa..iyaa... serah dirimu saja..lebih baik kita ke perpustakaan untuk meminjam buku untuk tugas... kajja.." kata hana sambil menarik minhyuk.
..................
Mereka berdua mulai mengelilingi perpustakaan untuk mencari buku yang mereka cari. "tak kusangka perpustakaan milik sekolah kita sangat luas.. aku mulai lelah melihat semua judul judul itu.. apalagi buku dengan judul 'matematika' .. " kata minhyuk lalu pergi ke tempat duduk untuk beristirahat sebentar. "kau mudah sekali lelah.." kata hana lalu ikut duduk di sebelah minhyuk. "berikan tanganmu.." kata minhyuk. "untuk?" . "berikan saja dulu.." kata minhyuk lalu menggenggam tangan hana. "kau mau apa?" . "aku kedinginan.. ac disini membuatku kedinginan.." kata minhyuk sambil terus menggenggam tangan hana. "kita harus selesaikan tu....." ucapan hana terpotong oleh getar hp milik hana.
"siapa?" tanya minhyuk. "lepaskan tanganku sebentar..aku akan mengetik..." kata hana sambil melepaskan tangannya dari genggaman minhyuk. "sirius?" kata hana. "kau...? kau punya nomer hp sirius???" kata minhyuk dengan nada yang keras. "ssttt.. berisik minhyuk.. ini di perpustakaan.. orang orang mulai memperhatikan kita..." kata hana sambil menutup mulut minhyuk. "jadi kau benar benar mempunyai nomernya..?" kata minhyuk sambil berbisik. "aku tak bilang sirius.. tadi aku bilang serius.." . "aihh aku kira..." kata minhyuk.
TBC
Kim Gi Hana (OC)
Jung Seulbi (OC)
Lim Changkyung
Lee Minhyuk
Park Taeyong
Song Mino
Shin Sohee
and OC
Genre
Romance, Comedy, Detektive(ini termasuk genre kah?), 17:v
Summary
"Merahasiakan identitas asli bukan perkara mudah... seorang pelajar dan detektif? apa bisa?"
"jadi.. kau mau jadi apa bila sudah besar...?" ucap seorang wanita paruh baya menyisir rambut seorang anak perempuan yang berada di pangkuannya dengan lembutnya. "detektif..aku ingin menjadi detektif eomma.." . "wae?" . "agar aku bisa tau siapa yang membunuh ayah.." .
Tuk Tuk Tuk...
"nuguseyo?" suara ketukan itu membuatku terbangun dari lamunanku. Pintu pun terbuka dan terlihatlah sosok laki laki berdiri tepat di belakangku lalu menutup mataku. "eh..nuguseyo? taeyong oppa?" . "tebakanmu selalu benar hana-ssi..." kata lelaki bernama taeyong lalu melepaskan tangannya perlahan dari kedua mataku. "bentuk tanganmu..dan..aroma mu.." . "jinjja?" . "hmm" kataku sambil mengangguk.
"hari ini sekolah diliburkan.. kau sudah tau itu? " tanyanya padaku lalu duduk di sebelahku. "aniya.. aku tak tahu sekolah diliburkan.. hanya saja..kepala ku tidak sanggup untuk datang ke sekolah.." . "maksudmu?" . "rumus rumus itu.. kepalaku tak sanggup lagi... ahh ani ani.. otakku lebih tepatnya..dia butuh istirahat" kataku sambil mencelupkan kedua kakiku ke dalam kolam kecil yang berada di sebuah taman yang ada di belakang rumahku.
"Oppa.. soal sekolah.. kenapa diliburkan?" . "uang sekolah telah dicuri..dan juga anak kepala sekolah diculik" . "mwo? siapa? siapa yang telah mencuri uangnya dan menculik anak kepala sekolah?" . "masih dalam penyelidikan.. kepala sekolah pingsan di ruangannya.. dan belum sadar .. dia baru saja dibawa ke rumah sakit.." . "apa mereka menggunakan para detektif tua itu lagi? seperti kasus penyelundupan narkoba kemarin.." . "maksudmu Jino si detektif handal itu?" . "ne.. handal? dia sudah terlalu tua.." . "aku tau kau membencinya.. tapi.. bisakah kau tidak menyebutnya dengan sebutan 'terlalu tua' itu? walaupun begitu..dia adalah panutanku.. aku ingin menjadi detektif seperti dia..." . "kau kan sudah menjadi detektif.. untuk apa kau menjadi detektif lagi?" . "maksudku.. detektif handal seperti jino.. hana-ssi.." . "ne.. serah saja.." . Taeyong tertawa lalu mengacak rambutku, kemudian dia pamit padaku.
Drrrt..Drrtt..
Aku segera berdiri lalu mengambil handphone yang berada di atas kasurku, ternyata ada pesan masuk. "sirius? pasti soal pencurian itu.."
From : Sirius
Spica.. apa kau bisa memecahkannya? aku dalam perjalanan menuju kesana..sampai jumpa di sana^^
AUTHOR Pov.
Hana segera berangkat menuju gedung sekolah yang lumayan jauh dari rumahnya. Tak lupa dengan wig berwarna coklatnya, itu salah satu penyamarannya. Hana adalah seorang pelajar dan juga seorang detektif bernama Spica. Orang orang tak ada yang tahu kalau dua wanita bernama Hana dan Spica itu adalah satu wanita yang sama, dia menyembunyikan identitas aslinya pada semua orang. Lalu siapa sirius?
Sirius rekan si detektif cerdas, Spica. Sirius sangat misterius, bahkan spica tidak tahu identitas asli sirius. Sirius bertemu dengannya saat kasus pembunuhan, mereka menyelidiki kasus yang sama dan akhirnya mereka memutuskan untuk berteman.. mungkin.
Hana(Spica) sampai di gedung sekolah dan mulai berjalan ke arah kantor kepala sekolah, Lee Ahjussi. "Spica.." suara seorang lelaki memanggilnya, Hana menoleh. "Taeyong-ssi.. waeyo?" . "kau sudah datang rupanya.. aku menunggumu disini.. aku ingin melihat permainanmu.." Hana hanya tersenyum. "aku baru saja bertemu denganmu.. beberapa jam yang lalu aku memanggilmu oppa.. dan sekarang aku memanggilmu Taeyong-ssi.. ini sangat menyenangkan..haha.." batin hana, dia lalu berjalan menuju sekumpulan polisi yang sedang memungut barang bukti.
"ahh.. spica.. kami menemukan ini.." Kepala polis memperlihatkan beberapa barang yang sudah dibungkus lalu diletakan di meja. Di meja tersebut ada sebuah kain, botol kecil dengan alat semprotnya, gembok yang setengahnya sudah hancur, dan sepucuk surat. Hana mengambil surat tersebut lalu membukanya. "kau curang.. kau membuka surat itu tanpa menungguku terlebih dahulu.." . Hana menoleh kebelakang "sirius? kali ini aku yang mengurus suratnya.." kata hana sambil tertawa di akhir ucapannya. Kertas itu berisi angka dan sebuah kalimat.
7114715124714113
Buang barang berharga itu.
Lihatlah bulan..pertukaran akan menjadi untung malam ini.
"barang berharga? apa maksudnya?" tanya taeyong, dia mencoba mencari tau. "uang?" tanya sirius pada hana, hana hanya menaikan satu alisnya sambil menatap sirius. "tunggu dulu.. aku fikir.. setiap angka ini adalah urutan huruf.. beri aku selembar kertas.." taeyong memberi hana selembar kertas. "Mari kita lihat.." kata hana sambil mencoba menyelidiki suratnya. "kalian.. coba selidiki bahan yang terkandung dalam gembok, botol kecil, dan kain itu..".
...................
"taeyong-ssi.. lihat ini.." sirius memanggil taeyong agar menghampirinya. "gembok ini hancur karena meleleh.." . "bahan apa yang bisa membuatnya meleleh.. yang aku tau, gembok yang lee ahj gunakan adalah gembok kuat buatan italia... gembok itu sangat sulit untuk di hancurkan..." taeyong mencoba memutar mutar gembok itu untuk mencari tau. "tak salah lagi.. ini adalah cairan setan.." . "maksudmu? aqua regia?" sirius mengangguk. "cairan ini bisa melelehkan besi apapun.. tetapi cairan ini tergantung pada ketebalan besi tersebut, dan jika aku lihat dari gembok ini.. benda ini dapat meleleh dalam hitungan detik.." kata sirius mencoba menerangkan pada taeyong. "berarti cairan itu berasal dari botol ini.." taeyong memberikan botol kecil yang terdapat sebuah semprotan (bentuknya seperti tempat parfum) pada sirius. "kau benar.." . Taeyong berniat mengeluarkan sisa cairan dari dalam botol kedalam tangannya. "jangan.." . "wae?" . "bahan ini sangat panas bila mengenai tanganmu.." sirius merebut botolnya.
"Pencampuran HNO3 dengan HCL.. kedua bahan yang berbahaya.." kata sirius kembali memasukan botol itu ke dalam plastik. "bila kita meneteskannya pada besi, besi itu akan meleleh dan mengeluarkan asap yang sangat beracun.." . "kau sangat pintar sirius.. aku akan menangani kainnya.." kata taeyong lalu meninggalkan sirius yang masih sibuk dengan cairan setan itu.
Taeyong kembali dengan kain itu. "jadi bagaimana?" tanya sirius penasaran. "kain ini sudah diberi chloroform.." . "ahh.. CHCI3.." . "ya.. kau benar.. pelaku meneteskan beberapa tetes pada kain ini, lalu membekap lee ahj dengan kain ini.. biasanya cairan ini dipakai untuk pelarut organik.." kata taeyong lalu memberikan kainnya pada sirius. "sama seperti di film film.. mereka menggunakan chloroform untuk membekap korbannya.." kata sirius sambil terus memperhatikan kain itu. "hanya saja cara kerja chloroform asli tidak secepat dalam film.. nyatanya chlorofom bekerja dalam beberapa menit..tidak seperti pada film yang cara kerjanya hanya menggunakan hitungan detik.." kata Hana mengampiri mereka.
"kau benar spica.. film selalu memutar balikan fakta.. itulah film.. semua comedy bagiku.." kata taeyong sambil menelusuri setiap sudut ruangan itu. "bagaimana dengan surat nya? kau menemukan petunjuk..?" tanya sirius lalu mendekati hana. "bukan hanya petunjuk.. kita juga mendapat undangan teman teman.." kata hana lalu tersenyum tipis. "undangan?" tanya taeyong lalu ikut mendekati spica. "lihat baik baik.." kata hana menunjukan isi surat yang sudah ia selidiki. "semua angka itu ternyata benar benar urutan huruf... bila aku pisahkan menjadi seperti ini.. '7.1.14.7.15.12.4.7.14.1.13' itu akan menghasilkan sebuah kata.. yaitu 'gangoldgnam' ..." kata hana lalu memperlihatkan kertas hasil pemikirannya.
"lalu? dua kalimat itu?" tanya taeyong. "buang barang berharga itu.. kalian bisa lihat kata yang baru aku temukan itu.. disana ada kata 'gold' lalu jika kita ambil kata 'gold' itu.. sisa nya akan menjadi kata 'gangnam'..." . "kau hebat spica.." kata sirius memujinya. "bagaimana dengan kalimat 'lihatlah bulan.. pertukaran akan menjadi untung malam ini' ?" taeyong masih penasaran dengan teka teki ini. "bulan.. berarti malam hari.. dan 'pertukaran' sepertinya pelaku ingin lee ahj menukarkan sesuatu dengan si pelaku..."
"itu adalah.. emas dan anak dari lee ahj.." kata hana menambahkan. "gotcha!" kata taeyong sambil menjentikan jari. "dia ingin kita pergi ke gangnam untuk melakukan pertukaran.. dan barangnya adalah emas dan anak dari lee ahj.." kata taeyong dengan semangat. "kita harus menemui lee ahjussi.." sirius berjalan duluan ke luar gedung sekolah, hana dan taeyong mengikuti sirius dari belakang. Mereka kemudian pergi menuju rumah sakit menggunakan mobil Taeyong.
.............................
"bisakah kalian mengembalikan putriku padaku?" . "tenang saja lee ahj.. kami akan membawa putri anda dengan selamat.." kata taeyong. "umm.. tolong kembalikan ini pada nya.." lee ahj memberikan sebuah koper hitam pada mereka bertiga. "a..apa ini?" . "buka saja.." . "emas?!" mereka bertiga kaget melihat emas batangan yang cukup banyak didalam koper tersebut. "jadi.. benda yang ingin ditukarkan itu benar benar emas?" kata sirius masih kaget, lee ahj hanya mengangguk. "lee ahj.. jadi anda tau pelakunya?" tanya hana . "aku tak mengenalnya.. bahkan bertemu dengannya.. aku menemukan koper itu di depan rumah.. aku menyimpannya di bawah kasurku tanpa menggunakannya.. setelah aku menemukan koper itu... banyak yang menerorku setiap hari.. aku mulai gelisah.. akhirnya tadi pagi aku berniat mengembalikannya. tapi aku bingung mengembalikannya pada siapa.. jadi aku putuskan untuk mengurus pekerjaan kantorku.. tak kusangka dia datang mengacak acak ruang kerjaku lalu membekapku.. dan yang aku tau..aku sudah pingsan.." .
"seperti nya dari laporan anda.. si pelaku berniat mengambil kopernya.. tetapi dia tak menemukannya karena anda menyimpannya di bawah kasur anda... akhirnya dia membekap anda dan mencuri uang sekolah..." kata hana. "aku yakin.. dia sedang membutuhkan uang .. jadi dia mencuri uang sekolah.." kata taeyong. "ya.. kau benar.. sepertinya jika emas itu lee ahj bawa ke ruang kerja, dia tak akan mengambil uang sekolah.." kata sirius sambil memainkan kuku jarinya.
............................
Gangnam, 09.00 p.m
"maksud dia gangnam sebelah mana sih? gangnam kan luas.." kata taeyong lalu memberhentikan mobilnya. "lihat kertas di tiang listrik itu.." kata sirius menunjuk ke arah tiang listrik yang ditempelkan sebuah kertas bertuliskan 'tempat sempit yang bisa kau lewati agar sampai di rumah' . "sepertinya dia tau kita akan melewati jalan ini.." kata sirius. "ini pertigaan teman.. wajar saja dia menempelnya disini.." kata taeyong sambil menoleh kebangku belakang tempat spica dan sirius duduk. "tempat sempit yang bisa kau lewati agar sampai di rumah?" apa maksudnya sebuah gang?" tanya hana pada mereka berdua. "tapi gang yang mana?" tanya sirius. "gang tersempit?" tanya taeyong. "mari kita coba.." kata hana sambil melihat ke arah mereka berdua.
...........................
"dimana dia?" tanya taeyong berdiri di dekat mobilnya. "mungkin kita salah gang.." kata sirius. "kalian tak salah gang anak anak.." kata seorang pria bersuara berat dengan jubah hitam, ia menghampiri kami. Dia membawa putri lee ahj dalam keadaan terikat dan dibekap. "kami bawa kopernya.. sebaiknya kau kembalikan gadis itu.." kata taeyong memegang kopernya. "lempar padaku.. ahh .. bagaimana kalau secara bersamaan.. kau lempar barangmu padaku.. dan akan ku lempar gadis ini pada kalian.." . "serah dirimu saja.. aku akan ikuti kemauan mu asal gadis itu selamat..." kata taeyong bersiap melempar kopernya. "1...2...3" taeyong melempar kopernya, lalu si pelaku mendorong kasar gadis itu. Lelaki dengan jubah hitam itu lalu tertawa sambil membuka kopernya, dia mengambil beberapa batang emas lalu melemparnya pada mereka. "ini sebagai pengganti uang sekolah.. bagaimana? cukupkah? menurutku lebih dari cukup.." katanya lalu tertawa sambil berjalan menjauh dari mereka.
Keesokan harinya....
"aku dengar uang sekolah sudah kembali..?" tanya seorang lelaki pada hana. "iyaa..itu benar.." . "para detektif muda itu hebat.. apalagi aku dengar spica dan sirius masih SMA.." . "kau tau darimana?" . "aku lupa.. yang pasti katanya mereka masih SMA.. hmm kira kira bagaimana ya kalau ternyata mereka sekolah disini?.. itu pasti hebat.." . "bisa saja.." . "tapi aku fikir.. kau dan spica sedikit mirip.." . "mirip? haha masa iya? hanya mirip kan? mungkin dia yang meniru ku.." kata hana, dia sedikit kaget mendengar perkataan temannya. "aku serius.. kalian seperti.. kembar.. apa mungkin?" . "tidak minhyuk.. aku tidak kembar dengan siapapun.. kau tau kan.. aku anak sulung..." ucap hana pada lelaki yang bernama minhyuk itu.
"jangan jangan ibumu membuang kembaranmu? bagaimana?" . "jangan mengada ngada.. yang benar saja.. mana mungkin ibuku melakukan itu.." . "haha.. aku hanya bercanda hana.. tapi kalau urusan kemiripan.. kalian memang mirip.....hmmm.. sedikit..mungkin karena riasan yang dipakai spica.." . "iyaaaa..iyaa... serah dirimu saja..lebih baik kita ke perpustakaan untuk meminjam buku untuk tugas... kajja.." kata hana sambil menarik minhyuk.
..................
Mereka berdua mulai mengelilingi perpustakaan untuk mencari buku yang mereka cari. "tak kusangka perpustakaan milik sekolah kita sangat luas.. aku mulai lelah melihat semua judul judul itu.. apalagi buku dengan judul 'matematika' .. " kata minhyuk lalu pergi ke tempat duduk untuk beristirahat sebentar. "kau mudah sekali lelah.." kata hana lalu ikut duduk di sebelah minhyuk. "berikan tanganmu.." kata minhyuk. "untuk?" . "berikan saja dulu.." kata minhyuk lalu menggenggam tangan hana. "kau mau apa?" . "aku kedinginan.. ac disini membuatku kedinginan.." kata minhyuk sambil terus menggenggam tangan hana. "kita harus selesaikan tu....." ucapan hana terpotong oleh getar hp milik hana.
"siapa?" tanya minhyuk. "lepaskan tanganku sebentar..aku akan mengetik..." kata hana sambil melepaskan tangannya dari genggaman minhyuk. "sirius?" kata hana. "kau...? kau punya nomer hp sirius???" kata minhyuk dengan nada yang keras. "ssttt.. berisik minhyuk.. ini di perpustakaan.. orang orang mulai memperhatikan kita..." kata hana sambil menutup mulut minhyuk. "jadi kau benar benar mempunyai nomernya..?" kata minhyuk sambil berbisik. "aku tak bilang sirius.. tadi aku bilang serius.." . "aihh aku kira..." kata minhyuk.
TBC
[FF] Seventeen_Adore You//Chapter 1
Diposting oleh
Bulan
/
Comments: (0)
Adore You
Cast
Seventeen Memb
Kim Gi Hana (OC)
Kim Eun Mi (OC)
Bae Joo Eun (OC)
Jung Hyein (OC)
Genre
17, Romance, Friendship, Comedy
Author
kimgihana
Note :
hai hai..author sekarang ngepost ff diblog sendiri yah.. selamat membaca chingudeul khususnya Carat (Fans Seventeen)
....................................======================================............................
Chapter 1
CLICK! Suara blitz yang cukup keras hampir membuat semua orang yang ada disana menengok ke arah mereka "omo.. aku lupa mematikan blitznya.." eunmi si pelaku terlihat shock bukan karena orang yang banyak orang melihatnya melainkan orang yang dimata-matainya menoleh kearahnya dan tersenyum "omona hoshi tersenyum.. hoshi tersenyum..." eunmi terus mengatakan itu dalam batinnya karena orang yang dimata-matainya -lebih tepatnya orang yang paling dia suka- melirik dan tersenyum kearahnya. "kita ketahuan! siaga satu ayo pergi!" Hana menarik tangan mereka bertiga lalu pergi meninggalkan kantin.
"sudah kubilang jangan mengambil gambar ketika jaraknya dekat, kau ini" Hana menyilangkan kedua tangannya di dada."kenapa kita pergi, makananku belum habis, ahh perutku yang malang.." semua melirik ke arah joo eun yang mengelus perutnya "apa?!"joo eun menaikan dagunya, "dasar perut karet" ucap hyein. "hoshi tersenyum.. hoshi tersenyum.. hoshi tersenyum..."gumam eunmi yang terlihat masih shock, joo eun memegang kening eunmi "kau kenapa?" tanyanya. "Hoshi tersenyum padaku! HOSHI TERSENYUM PADAKU AAAAAAAAAAA!!!!" eunmi berteriak dan berlari meninggalkan mereka bertiga "dasar fanatik" hyein memijit kepalanya, "ya! tunggu aku!"
Mereka adalah 4 gadis yang sering memata-matai 'SEVENTEEN', sebuah gank yang paling terkenal di Kirin High School. Entah apa yang membuat keempat gadis itu selalu mengintai mereka, dimana ada seventeen, keempat gadis itu pasti ada. Banyak orang yang menyebut mereka maniak, apapun akan mereka lakukan untuk idolanya itu. Memberi coklat? itu sudah kebiasaan mereka setiap hari, walaupun tidak memberi secara langsung. Mereka tidak memperdulikan bagaimana akibat mengkonsumsi cokelat berlebihan hahaha.. sampai salah satu dari mereka sering menguntit dan memasang cctv di beberapa titik termasuk di kamar mandi. benar-benar maniak ckckck.
Kim Gi Hana, sang leader tomboy berambut sebahu yang sangat mencintai komputernya yang sudah dia anggap sebagai kekasih, bekerja dibelakang layar sebagai penguntit dan meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai hacker. dia sangat suka ketika mengucapkan kata 'siaga satu!' atau 'ayo pergi!' mungkin itu adalah hasratnya sebagai leader.
Jung hyein, gadis berwajah flat ini ternyata menyukai Jun salah satu anggota SEVENTEEN, hanya berbicara seperlunya dan dia seperti monster ketika marah. dibalik wajahnya yang flat dia juga sosok yang hangat. dia sangat membenci popo kucing kesayangan eunmi. karena popo pernah buang air besar di kasurnya.
Bae Jooeun si perut karet, semua gadis selalu ingin seperti dirinya karena makan sebanyak apapun dia tidak akan gemuk. sewaktu waktu otaknya akan seperti lansia, dan hana sangat membenci hal itu. hanya nama DK (dikey) yang dia ingat karena itu hanya terdiri dari 2 suku kata. -,-
si maknae Kim Eunmi, engg entahlah dia sangat polos dan idiot menurut hana, hyein hanya bisa mengelus dadanya ketika dia berulah, eunmi sangat penurut jika diperintah terjun ke lapangan hanya untuk menguntit gank SEVENTEEN. dan satu lagi ia sangat sangat sangat menyukai Hoshi salah satu anggota seventeen.
Bel pulang sekolah berdering dan itu adalah awal mereka untuk menjalankan misi hari ini, terlihat Hana yang sedang memainkan tabnya dan bersandar di ambang pintu. Sesekali matanya melihat kekanan kekiri untuk melihat dan memastikan apakah sasarannya sudah bergegas pulang atau belum. Hana sang leader sudah membagi-bagi tugas kepada anak buahnya untuk melakukan misi kali ini. Tak lama SEVENTEEN pun keluar dari kelas. Sebagian anggota SEVENTEEN ada yang pulang, dan sebagiannya lagi ada yang berurusan dengan ekskul di sekolah. Hana dan eunmi terlihat menguntit Jun, Hoshi, dan Minghao ke ekskul dance, berjalan dengan jarak 50 meter dibelakang mereka.
Eunmi yang sedari tadi memotret mereka menepuk bahu Hana yang sedang sibuk dengan tab kesayangannya. "Unni! Unni! mereka masuk! mereka masuk!" ujar Eunmi "mana?! mana?!" mata Hana mengarah pada sasaran "ayo kita masuk!" "ya! Kim Eunmi! jangan! ya- aishhh jinjja" hana mengejar eunmi dan menarik tangannya untuk pergi ke luar sampai sebuah suara mengintrupsi mereka "hai anak-anak perkenalkan namakun park jinhee panggil aja aku park songsae, disini aku akan menggantikan choi songsae sebagai pelatih dance kalian yang baru" terlambat sudah eunmi dan hana sudah masuk ke ruangan dance, "baiklah anak-anak sekarang aku ingin melihat kemampuan bakat dance kalian hmmm.... oh kalian berdua silahkan maju kedepan" park songsae menunjuk hana dan eunmi, 'oh yatuhan ini bencana!' hana berucap di dalam hati, jangan bertanya apakah hana dan eunmi jago dalam hal ini. Memang dulu hana pernah menjadi dancer downtown di seoul, hanya saja jika disaat mendadak seperti ini dan sedang bersama eunmi, sepertinya bukan hal yang bagus untuk menunjukan bakat dancenya.
Eunmi menarik tangan Hana menuju ke depan kelas. Eunmi mulai menari di depan para murid dengan lincahnya, ya.. memang lincah hanya saja tarian yang dia tampilkan sepertinya tidak cocok disebut tarian. Hana yang sedari tadi berdiri di sebelah Eunmi hanya bisa menahan malu sambil mencoba menutup wajahnya. Setelah dirasa cukup untuk menampilkan bakatnya, eunmi membungkukan badannya. Semua orang disana hanya tercengang melihat tingkah laku eunmi, dan beberapa menit kemudian mereka bertepuk tangan, entah pujian atau hinaan eunmi menyukainya. Hana yang mulai tak kuasa menahan malu lagi segera menarik tangan eunmi keluar ruangan. "Kami pamit dulu..!" teriaknya sembari menutup pintu.
"Apa yang kau lakukan eoh?!" tanya Hana kesal. "aku..hanya menghibur mereka.." ucap Eunmi datar. Hana menghela nafas lalu mengelus dadanya, "ah yasudahlah.. kajja kita pergi.." Hana mulai menarik tangan Eunmi . "lalu bagaimana dengan hoshi oppaa..?" Eunmi menghentikan langkahnya . "kau kan tadi menari dengan bodohnya di depan mereka.." . "omona! apakah aku terlihat konyol tadi..? aku bahkan tak menyadari ada oppa oppa kita disana..aishh" Eunmi menepuk jidatnya, seperti nya ia mulai menyesal bertindak bodoh seperti tadi. "Kajja.." Hana kembali menarik tangan Eunmi, dia malas mendengar ocehan sang maknae.
Sementara itu....
Bruk! terdengar suara orang menabrak tembok. "yak!" ucap seorang lelaki yang ternyata didorong temannya, teman -temannya hanya menertawainya. 'Wonwoo menabrak tembok karena didorong mingyu' tulis seorang gadis dalam note kecilnya, ternyata dia Hyein. Rupanya Hyein dan Jooeun sedang mematai matai DK, Mingyu, Wonwoo, dan Joshua yang sedang berjalan pulang menuju dorm mereka. "ah kau ini.. bukankah dia DK.." protes Jooeun. Hyein hanya memasang wajah flatnya sambil menatap Jooeun, itu membuat Jooeun langsung menutup mulutnya dan berhenti bicara. Akhirnya DK, Mingyu, Wonwoo, dan Joshua sampai di dorm mereka. 'DK, Mingyu, Wonwoo, dan Joshua pulang dengan selamat' tulis Hyein dalam note nya. Mereka berdua pun pulang ke dorm. Ternyata dorm yang mereka tempati bersebelahan dengan dorm Seventeen.
"Hyung.. sejak kapan mereka tinggal disebelah dorm kita?" tanya Mingyu. "hm? mereka? siapa?" tanya Joshua bingung. "kau tau.. fans fanatik kita..kkk~" . "ohh... keempat gadis itu.. yang aku tau itu rumah si leader,..sudahlah kita masuk.. aku lapar,,"
FLASHBACK--------------------------------------------------------------------------------------------
"teman teman!" teriak Hana menepuk meja. "yak?! apa?!" kaget Jooeun disela makannya. "kalian tau kan rumahku yang tak terurus itu?". Eunmi mengangguk, "ya.. kenapa?" . "ternyataaa..." Hana mengangkat tangannya perlahan. "yaaaa???" Eunmi penasaran. Tuukk! Hana menepuk meja dengan keras. "Dorm Seventeen bersebelahan dengan rumahku..!" . Jooeun kaget untuk kedua kalinya sampai menjatuhkan satu bungkus snack kesayangannya. "yak! pelan-pelan jika memberi informasi..snackku jadi jatuh.." . "Jinjjaa? hwaaaa hoshi oppaaa..aku akan segera menemuimu.." Eunmi mulai melamun tidak jelas dengan senyumnya yang menurut Hana mengerikan.
"kalau begitu kita buat dorm saja disana? bagaimana?" hyein memberi usul. Hana menjentikkan jarinya "ide bagus.." .
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jooeun menghempaskan tubuhnya ke sofa lalu bersender di bantal sesekali dia memperhatikan seisi ruangan yang ia tempati sekarang, sangat berantakan. Kertas dimana-mana, foto yang berserakan, bungkus snack yang tak terurus, sampai makanan popo yang bertebaran di karpet. Hyein yang juga melihat situasi ruangan ini mulai jengkel dengan keadaan disana, ia memutuskan untuk membersihkan semuanya. "aishh.. bukankah aku sudah merapihkannya semalam?" protesnya. Jooeun hanya memperhatikan Hyein yang sibuk mengomel sendirian, ia lalu meraih dua bungkus snack favoritnya. "ishh.. kau harusnya membuangnya di tempat sampah.. jangan buang sembarangan.." protes Hyein lagi, dia mulai memungut bungkus snack yang berserakan di meja, sofa, dan karpet, yang pasti itu bekas Jooeun. Lagi-lagi Jooeun hanya menonton Hyein saja sambil terus memakan snacknya.
..................................................
Diperjalanan tak henti hentinya Hana berbicara sendirian, Eunmi hanya mendengarkan semua ocehan Hana sambil mengikutinya dari belakang, ia tak berani berjalan sejajar dengan Hana. "unni.. jadi.. kita tak jadi menguntit?" tanya Eunmi, itu membuat Hana menghentikan langkahnya. Hana mengelus dadanya sambil menghela nafas, ia mengangguk lalu tersenyum pada Eunmi "ne.. kim eunmi.." kemudian Hana kembali berjalan, dan tak lupa ia kembali melanjutkan ocehannya. "Tapi jika kita tak memata matai seventeen.. kita akan kehilangan info mereka.." lanjut eunmi. "aku tau.. sudahlah lebih.." belum selesai berbicara, ocehan Hana terpotong oleh suara lelaki yang tiba tiba ada di sebelah Hana. "sepertinya tadi aku mendengar kata Seventeen?" . "Yaak!!" Teriak Hana, ia kaget dengan keberadaan lelaki itu, Hana hampir mendorongnya tetapi tangannya ditahan. Saat menoleh ke arah lelaki tersebut, ternyata itu Wonwoo. "wo..wonwoo...op..pa" tangan Hana mulai bergetar. Mereka baru sadar, ternyata mereka daritadi sudah berada di depan dorm Seventeen. "kenapa tanganmu bergetar..?" Wonwoo tak melepaskan genggamannya. Eunmi yang kaget daritadi hanya terdiam sambil terus menatap wonwoo. "jadi.. kalian memata matai seventeen?" tanyanya sambil menatap Hana. Hana menelan ludahnya, ia bingung harus mengatakan apa. "kenapa kalian tak menjawab pertanyaan ku.. jangan jangan memang benar.." . "eumm..kami.." hana bahkan tak mampu berbicara, ia putuskan untuk melepaskan genggaman nya dari tangan Wonwoo lalu menarik Eunmi kabur dari sana.
Mereka langsung masuk kedalam dorm dengan cepatnya. Wonwoo yang daritadi memperhatikan mereka hanya tersenyum tipis, ia memasukan kedua lengannya ke saku. "ohh.. jadi mereka berempat tinggal disana.." katanya sambil berjalan masuk menuju dormnya.
"Siaga 1!!" teriak Hana saat memasuki dorm. "hahh? ada apa??!!" Jooeun yang sedang asik memakan camilan kaget dan langsung loncat dari sofanya. "Seventeen..!!" teriak Eunmi. "bukan..bukan ..tepatnya Wonwoo..dia.." teriak Hana dengan rusuhnya. "dia kenapaa??" Hyein penasaran. "Dia......mulai curiga kalau kita sering menguntit mereka..!" lanjut Hana. "Aishh.. bagaimana ini.." Hyein mulai ikut cemas. "sudahlah.. duduk dulu unni.." Eunmi membawa segelas air putih, Hana menuruti ucapan Eunmi ia lalu duduk sambil mengatur nafasnya. Eunmi memberikan segelas air putih tsb pada Hana, ia meneguk habis air itu tanpa sisa dengan cepatnya. "emm.. teman teman.. ngomong-ngomong.. wonwoo yang mana ya?" tanya Jooeun dengan muka polosnya. Jika Hana tak punya hati, sepertinya ia akan melempar Jooeun dengan gelas saat ini juga.
Cast
Seventeen Memb
Kim Gi Hana (OC)
Kim Eun Mi (OC)
Bae Joo Eun (OC)
Jung Hyein (OC)
Genre
17, Romance, Friendship, Comedy
Author
kimgihana
Note :
hai hai..author sekarang ngepost ff diblog sendiri yah.. selamat membaca chingudeul khususnya Carat (Fans Seventeen)
....................................======================================............................
Chapter 1
CLICK! Suara blitz yang cukup keras hampir membuat semua orang yang ada disana menengok ke arah mereka "omo.. aku lupa mematikan blitznya.." eunmi si pelaku terlihat shock bukan karena orang yang banyak orang melihatnya melainkan orang yang dimata-matainya menoleh kearahnya dan tersenyum "omona hoshi tersenyum.. hoshi tersenyum..." eunmi terus mengatakan itu dalam batinnya karena orang yang dimata-matainya -lebih tepatnya orang yang paling dia suka- melirik dan tersenyum kearahnya. "kita ketahuan! siaga satu ayo pergi!" Hana menarik tangan mereka bertiga lalu pergi meninggalkan kantin.
"sudah kubilang jangan mengambil gambar ketika jaraknya dekat, kau ini" Hana menyilangkan kedua tangannya di dada."kenapa kita pergi, makananku belum habis, ahh perutku yang malang.." semua melirik ke arah joo eun yang mengelus perutnya "apa?!"joo eun menaikan dagunya, "dasar perut karet" ucap hyein. "hoshi tersenyum.. hoshi tersenyum.. hoshi tersenyum..."gumam eunmi yang terlihat masih shock, joo eun memegang kening eunmi "kau kenapa?" tanyanya. "Hoshi tersenyum padaku! HOSHI TERSENYUM PADAKU AAAAAAAAAAA!!!!" eunmi berteriak dan berlari meninggalkan mereka bertiga "dasar fanatik" hyein memijit kepalanya, "ya! tunggu aku!"
Mereka adalah 4 gadis yang sering memata-matai 'SEVENTEEN', sebuah gank yang paling terkenal di Kirin High School. Entah apa yang membuat keempat gadis itu selalu mengintai mereka, dimana ada seventeen, keempat gadis itu pasti ada. Banyak orang yang menyebut mereka maniak, apapun akan mereka lakukan untuk idolanya itu. Memberi coklat? itu sudah kebiasaan mereka setiap hari, walaupun tidak memberi secara langsung. Mereka tidak memperdulikan bagaimana akibat mengkonsumsi cokelat berlebihan hahaha.. sampai salah satu dari mereka sering menguntit dan memasang cctv di beberapa titik termasuk di kamar mandi. benar-benar maniak ckckck.
Kim Gi Hana, sang leader tomboy berambut sebahu yang sangat mencintai komputernya yang sudah dia anggap sebagai kekasih, bekerja dibelakang layar sebagai penguntit dan meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai hacker. dia sangat suka ketika mengucapkan kata 'siaga satu!' atau 'ayo pergi!' mungkin itu adalah hasratnya sebagai leader.
Jung hyein, gadis berwajah flat ini ternyata menyukai Jun salah satu anggota SEVENTEEN, hanya berbicara seperlunya dan dia seperti monster ketika marah. dibalik wajahnya yang flat dia juga sosok yang hangat. dia sangat membenci popo kucing kesayangan eunmi. karena popo pernah buang air besar di kasurnya.
Bae Jooeun si perut karet, semua gadis selalu ingin seperti dirinya karena makan sebanyak apapun dia tidak akan gemuk. sewaktu waktu otaknya akan seperti lansia, dan hana sangat membenci hal itu. hanya nama DK (dikey) yang dia ingat karena itu hanya terdiri dari 2 suku kata. -,-
si maknae Kim Eunmi, engg entahlah dia sangat polos dan idiot menurut hana, hyein hanya bisa mengelus dadanya ketika dia berulah, eunmi sangat penurut jika diperintah terjun ke lapangan hanya untuk menguntit gank SEVENTEEN. dan satu lagi ia sangat sangat sangat menyukai Hoshi salah satu anggota seventeen.
Bel pulang sekolah berdering dan itu adalah awal mereka untuk menjalankan misi hari ini, terlihat Hana yang sedang memainkan tabnya dan bersandar di ambang pintu. Sesekali matanya melihat kekanan kekiri untuk melihat dan memastikan apakah sasarannya sudah bergegas pulang atau belum. Hana sang leader sudah membagi-bagi tugas kepada anak buahnya untuk melakukan misi kali ini. Tak lama SEVENTEEN pun keluar dari kelas. Sebagian anggota SEVENTEEN ada yang pulang, dan sebagiannya lagi ada yang berurusan dengan ekskul di sekolah. Hana dan eunmi terlihat menguntit Jun, Hoshi, dan Minghao ke ekskul dance, berjalan dengan jarak 50 meter dibelakang mereka.
Eunmi yang sedari tadi memotret mereka menepuk bahu Hana yang sedang sibuk dengan tab kesayangannya. "Unni! Unni! mereka masuk! mereka masuk!" ujar Eunmi "mana?! mana?!" mata Hana mengarah pada sasaran "ayo kita masuk!" "ya! Kim Eunmi! jangan! ya- aishhh jinjja" hana mengejar eunmi dan menarik tangannya untuk pergi ke luar sampai sebuah suara mengintrupsi mereka "hai anak-anak perkenalkan namakun park jinhee panggil aja aku park songsae, disini aku akan menggantikan choi songsae sebagai pelatih dance kalian yang baru" terlambat sudah eunmi dan hana sudah masuk ke ruangan dance, "baiklah anak-anak sekarang aku ingin melihat kemampuan bakat dance kalian hmmm.... oh kalian berdua silahkan maju kedepan" park songsae menunjuk hana dan eunmi, 'oh yatuhan ini bencana!' hana berucap di dalam hati, jangan bertanya apakah hana dan eunmi jago dalam hal ini. Memang dulu hana pernah menjadi dancer downtown di seoul, hanya saja jika disaat mendadak seperti ini dan sedang bersama eunmi, sepertinya bukan hal yang bagus untuk menunjukan bakat dancenya.
Eunmi menarik tangan Hana menuju ke depan kelas. Eunmi mulai menari di depan para murid dengan lincahnya, ya.. memang lincah hanya saja tarian yang dia tampilkan sepertinya tidak cocok disebut tarian. Hana yang sedari tadi berdiri di sebelah Eunmi hanya bisa menahan malu sambil mencoba menutup wajahnya. Setelah dirasa cukup untuk menampilkan bakatnya, eunmi membungkukan badannya. Semua orang disana hanya tercengang melihat tingkah laku eunmi, dan beberapa menit kemudian mereka bertepuk tangan, entah pujian atau hinaan eunmi menyukainya. Hana yang mulai tak kuasa menahan malu lagi segera menarik tangan eunmi keluar ruangan. "Kami pamit dulu..!" teriaknya sembari menutup pintu.
"Apa yang kau lakukan eoh?!" tanya Hana kesal. "aku..hanya menghibur mereka.." ucap Eunmi datar. Hana menghela nafas lalu mengelus dadanya, "ah yasudahlah.. kajja kita pergi.." Hana mulai menarik tangan Eunmi . "lalu bagaimana dengan hoshi oppaa..?" Eunmi menghentikan langkahnya . "kau kan tadi menari dengan bodohnya di depan mereka.." . "omona! apakah aku terlihat konyol tadi..? aku bahkan tak menyadari ada oppa oppa kita disana..aishh" Eunmi menepuk jidatnya, seperti nya ia mulai menyesal bertindak bodoh seperti tadi. "Kajja.." Hana kembali menarik tangan Eunmi, dia malas mendengar ocehan sang maknae.
Sementara itu....
Bruk! terdengar suara orang menabrak tembok. "yak!" ucap seorang lelaki yang ternyata didorong temannya, teman -temannya hanya menertawainya. 'Wonwoo menabrak tembok karena didorong mingyu' tulis seorang gadis dalam note kecilnya, ternyata dia Hyein. Rupanya Hyein dan Jooeun sedang mematai matai DK, Mingyu, Wonwoo, dan Joshua yang sedang berjalan pulang menuju dorm mereka. "ah kau ini.. bukankah dia DK.." protes Jooeun. Hyein hanya memasang wajah flatnya sambil menatap Jooeun, itu membuat Jooeun langsung menutup mulutnya dan berhenti bicara. Akhirnya DK, Mingyu, Wonwoo, dan Joshua sampai di dorm mereka. 'DK, Mingyu, Wonwoo, dan Joshua pulang dengan selamat' tulis Hyein dalam note nya. Mereka berdua pun pulang ke dorm. Ternyata dorm yang mereka tempati bersebelahan dengan dorm Seventeen.
"Hyung.. sejak kapan mereka tinggal disebelah dorm kita?" tanya Mingyu. "hm? mereka? siapa?" tanya Joshua bingung. "kau tau.. fans fanatik kita..kkk~" . "ohh... keempat gadis itu.. yang aku tau itu rumah si leader,..sudahlah kita masuk.. aku lapar,,"
FLASHBACK--------------------------------------------------------------------------------------------
"teman teman!" teriak Hana menepuk meja. "yak?! apa?!" kaget Jooeun disela makannya. "kalian tau kan rumahku yang tak terurus itu?". Eunmi mengangguk, "ya.. kenapa?" . "ternyataaa..." Hana mengangkat tangannya perlahan. "yaaaa???" Eunmi penasaran. Tuukk! Hana menepuk meja dengan keras. "Dorm Seventeen bersebelahan dengan rumahku..!" . Jooeun kaget untuk kedua kalinya sampai menjatuhkan satu bungkus snack kesayangannya. "yak! pelan-pelan jika memberi informasi..snackku jadi jatuh.." . "Jinjjaa? hwaaaa hoshi oppaaa..aku akan segera menemuimu.." Eunmi mulai melamun tidak jelas dengan senyumnya yang menurut Hana mengerikan.
"kalau begitu kita buat dorm saja disana? bagaimana?" hyein memberi usul. Hana menjentikkan jarinya "ide bagus.." .
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jooeun menghempaskan tubuhnya ke sofa lalu bersender di bantal sesekali dia memperhatikan seisi ruangan yang ia tempati sekarang, sangat berantakan. Kertas dimana-mana, foto yang berserakan, bungkus snack yang tak terurus, sampai makanan popo yang bertebaran di karpet. Hyein yang juga melihat situasi ruangan ini mulai jengkel dengan keadaan disana, ia memutuskan untuk membersihkan semuanya. "aishh.. bukankah aku sudah merapihkannya semalam?" protesnya. Jooeun hanya memperhatikan Hyein yang sibuk mengomel sendirian, ia lalu meraih dua bungkus snack favoritnya. "ishh.. kau harusnya membuangnya di tempat sampah.. jangan buang sembarangan.." protes Hyein lagi, dia mulai memungut bungkus snack yang berserakan di meja, sofa, dan karpet, yang pasti itu bekas Jooeun. Lagi-lagi Jooeun hanya menonton Hyein saja sambil terus memakan snacknya.
..................................................
Diperjalanan tak henti hentinya Hana berbicara sendirian, Eunmi hanya mendengarkan semua ocehan Hana sambil mengikutinya dari belakang, ia tak berani berjalan sejajar dengan Hana. "unni.. jadi.. kita tak jadi menguntit?" tanya Eunmi, itu membuat Hana menghentikan langkahnya. Hana mengelus dadanya sambil menghela nafas, ia mengangguk lalu tersenyum pada Eunmi "ne.. kim eunmi.." kemudian Hana kembali berjalan, dan tak lupa ia kembali melanjutkan ocehannya. "Tapi jika kita tak memata matai seventeen.. kita akan kehilangan info mereka.." lanjut eunmi. "aku tau.. sudahlah lebih.." belum selesai berbicara, ocehan Hana terpotong oleh suara lelaki yang tiba tiba ada di sebelah Hana. "sepertinya tadi aku mendengar kata Seventeen?" . "Yaak!!" Teriak Hana, ia kaget dengan keberadaan lelaki itu, Hana hampir mendorongnya tetapi tangannya ditahan. Saat menoleh ke arah lelaki tersebut, ternyata itu Wonwoo. "wo..wonwoo...op..pa" tangan Hana mulai bergetar. Mereka baru sadar, ternyata mereka daritadi sudah berada di depan dorm Seventeen. "kenapa tanganmu bergetar..?" Wonwoo tak melepaskan genggamannya. Eunmi yang kaget daritadi hanya terdiam sambil terus menatap wonwoo. "jadi.. kalian memata matai seventeen?" tanyanya sambil menatap Hana. Hana menelan ludahnya, ia bingung harus mengatakan apa. "kenapa kalian tak menjawab pertanyaan ku.. jangan jangan memang benar.." . "eumm..kami.." hana bahkan tak mampu berbicara, ia putuskan untuk melepaskan genggaman nya dari tangan Wonwoo lalu menarik Eunmi kabur dari sana.
Mereka langsung masuk kedalam dorm dengan cepatnya. Wonwoo yang daritadi memperhatikan mereka hanya tersenyum tipis, ia memasukan kedua lengannya ke saku. "ohh.. jadi mereka berempat tinggal disana.." katanya sambil berjalan masuk menuju dormnya.
"Siaga 1!!" teriak Hana saat memasuki dorm. "hahh? ada apa??!!" Jooeun yang sedang asik memakan camilan kaget dan langsung loncat dari sofanya. "Seventeen..!!" teriak Eunmi. "bukan..bukan ..tepatnya Wonwoo..dia.." teriak Hana dengan rusuhnya. "dia kenapaa??" Hyein penasaran. "Dia......mulai curiga kalau kita sering menguntit mereka..!" lanjut Hana. "Aishh.. bagaimana ini.." Hyein mulai ikut cemas. "sudahlah.. duduk dulu unni.." Eunmi membawa segelas air putih, Hana menuruti ucapan Eunmi ia lalu duduk sambil mengatur nafasnya. Eunmi memberikan segelas air putih tsb pada Hana, ia meneguk habis air itu tanpa sisa dengan cepatnya. "emm.. teman teman.. ngomong-ngomong.. wonwoo yang mana ya?" tanya Jooeun dengan muka polosnya. Jika Hana tak punya hati, sepertinya ia akan melempar Jooeun dengan gelas saat ini juga.
Winner - Baby Baby Lyrics
Diposting oleh
Bulan
on Senin, 01 Februari 2016
/
Comments: (0)
Baby baby i bami silheoyo
baby baby honjaga silheo
Hey girls an bappeumyeon
oneul bameun nawa hamkke isseojullae
Oh baby byeolgeo an barae
geunyang maldongmu jom haejwoyo
geunyang maldongmu jom haejwoyo
My friends oneul mwo hani
uri sul hanjan giurilkka
neo bappeuguna geureohdamyeon daeume
eolgurina hanbeon boja
uri sul hanjan giurilkka
neo bappeuguna geureohdamyeon daeume
eolgurina hanbeon boja
baby baby i bami silheoyo
baby baby honjaga silheoyo
uri hamkke oeroun i bameul jisaewoyo
modeungeol ijgo dagati chwihaegayo
baby baby honjaga silheoyo
baby baby honjaga silheoyo
uri hamkke oeroun i bameul jisaewoyo
modeungeol ijgo dagati chwihaegayo
baby baby honjaga silheoyo
chimdae wie pyoryuhae sseuneun SOS
mwohae rago bonaen tokbangeun selsueopsne
ungkeurigo anjeo haneopsi jagajyeo
sesangui soeumboda
jeongjeogi deo sikkeureowo shut up
mwohae rago bonaen tokbangeun selsueopsne
ungkeurigo anjeo haneopsi jagajyeo
sesangui soeumboda
jeongjeogi deo sikkeureowo shut up
georien yeojadeuri
bicheoreom ssodajideut naeryeowa
geunde majeul iri eopseo
meori wi usan jom naeryeonwa
saebyeogeun neomu gilgo
sicheoreom neoui dabeun jjalpeo
haega tteumyeon dasi tto
geureohge jami deulgo mal geol
geunde majeul iri eopseo
meori wi usan jom naeryeonwa
saebyeogeun neomu gilgo
sicheoreom neoui dabeun jjalpeo
haega tteumyeon dasi tto
geureohge jami deulgo mal geol
baby baby i bami silheoyo
baby baby honjaga silheoyo
uri hamkke oeroun i bameul jisaewoyo
modeungeol ijgo dagati chwihaegayo
baby baby honjaga silheoyo
baby baby honjaga silheoyo
uri hamkke oeroun i bameul jisaewoyo
modeungeol ijgo dagati chwihaegayo
baby baby honjaga silheoyo
sigani jinamyeon jinagalsurok
sarangeul hyanghan geuriumman keojyeoseo
nan amugeodo motajyo
nal jom jebal sallyeojwoyo
sarangeul hyanghan geuriumman keojyeoseo
nan amugeodo motajyo
nal jom jebal sallyeojwoyo
baby baby i bami silheoyo
baby baby honjaga silheoyo
baby baby honjaga silheoyo
uri hamkke oeroun i bameul jisaewoyo
modeungeol ijgo dagati chwihaegayo
baby baby honjaga silheoyo
modeungeol ijgo dagati chwihaegayo
baby baby honjaga silheoyo
baby baby i bami silheoyo
baby baby honjaga silheoyo
uri hamkke oeroun i bameul jisaewoyo
modeungeol ijgo dagati chwihaegayo
baby baby honjaga silheoyo
uri hamkke oeroun i bameul jisaewoyo
modeungeol ijgo dagati chwihaegayo
baby baby honjaga silheoyo
iKON - My Type Lyrics
Diposting oleh
Bulan
/
Comments: (0)
[Bobby] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nae chwihyangjeogyeok
Malhaji anhado neukkimi wa
Meoributeo balkkeutkkaji da
[B.I] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nan neoreul bomyeon
Gajigo sipeoseo andari na
Jagi jeonkkajido saenggagi na pow
[B.I] Ganeun balmok arae undonghwawa
Cheongsaek seukinijinui wanbyeokhan johwa
Saljjak keun deuthan gadigeon arae
Ttuk tteoreojin gin saengmeoriga cham gowa
Sujubeun nunuseumdo
Meong ttaerineun deuthan moseupdo
Yeppeugeman boigo gaseumi mak tteollyeo
Wae ijeya natananni you’re my chwihyangjeogyeok
[Junhoe] Oh oh [Jinhwan] neoui ganyeorin miso
[Junhoe] Oh oh [Jinhwan] nareul boneun nunbitdo
[Jinhwan] Heumjabeul dega eobseo
Hansido jiruhal teumi eopseo perfect
[Junhoe] Oh oh aegyo seokkin moksori
[Junhoe] Oh oh gakkawojineun uri
Wae ijeya natanasseo
Deudieo sarangi chajawasseo
[Bobby] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nae chwihyangjeogyeok
Malhaji anhado neukkimi wa
Meoributeo balkkeutkkaji da
[B.I] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nan neoreul bomyeon
Gajigo sipeoseo andari na
Jagi jeonkkajido saenggagi na pow
[Bobby] Ay girl jamsi mal jom mureulge
Geu kkachilhan maltuneun eodiseo tto baewotdae
You work and walk and spit wordt like a boss
Wonder woman hyeonsilpaneun neoui yeoseongseureoum
[Bobby/Yunhyung] Oh neukkimjeogin neukkim
[Bobby/Yunhyung] tto mwonga maehokjeogin nunbiche maeryodwae
Seomsehan geu songil
Tto mwonga eojeongjjeonghan momjit
I like it babe
[Junhoe] Oh oh [Donghyuk] neoui ganyeorin miso
[Junhoe] Oh oh [Donghyuk] nareul boneun nunbitdo
Heumjabeul dega eopseo
Hansido jiruhal teumi eopseo perfect
[Junhoe] Oh oh [Yunhyung] aegyo seokkin moksori
[Junhoe] Oh oh [Yunhyung] gakkawojineun uri
Wae ijeya natanasseo
Deudieo sarangi chajawasseo
[Bobby] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nae chwihyangjeogyeok
Malhaji anhado neukkimi wa
Meoributeo balkkeutkkaji da
[B.I] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nan neoreul bomyeon
Gajigo sipeoseo andari na
Jagi jeonkkajido saenggagi na pow
[Chanwoo] Nan niga jeongmal joha
Tto gakkeum hapumhaneun moseupkkajido
Nae seutairiya
[Junhoe] Oh maeumi jal maja
Nae gaseumi beokchaolla
Niga nal bureul ttaemada
Ipgae useumi kkeunhijil anha
[B.I] Oh girl you know that I love you
[Bobby] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nae chwihyangjeogyeok
Malhaji anhado neukkimi wa
Meoributeo balkkeutkkaji da
[B.I] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nan neoreul bomyeon
Gajigo sipeoseo andari na
Jagi jeonkkajido saenggagi na pow
[B.I] Nan niga jeongmal joha
Tto gakkeum hapumhaneun moseupkkajido
Da nae seutairiya
Nan niga jeongmal joha
Tto gakkeum hapumhaneun moseupkkajido
Da nae seutairiya
Nae chwihyangjeogyeok
Malhaji anhado neukkimi wa
Meoributeo balkkeutkkaji da
[B.I] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nan neoreul bomyeon
Gajigo sipeoseo andari na
Jagi jeonkkajido saenggagi na pow
[B.I] Ganeun balmok arae undonghwawa
Cheongsaek seukinijinui wanbyeokhan johwa
Saljjak keun deuthan gadigeon arae
Ttuk tteoreojin gin saengmeoriga cham gowa
Sujubeun nunuseumdo
Meong ttaerineun deuthan moseupdo
Yeppeugeman boigo gaseumi mak tteollyeo
Wae ijeya natananni you’re my chwihyangjeogyeok
[Junhoe] Oh oh [Jinhwan] neoui ganyeorin miso
[Junhoe] Oh oh [Jinhwan] nareul boneun nunbitdo
[Jinhwan] Heumjabeul dega eobseo
Hansido jiruhal teumi eopseo perfect
[Junhoe] Oh oh aegyo seokkin moksori
[Junhoe] Oh oh gakkawojineun uri
Wae ijeya natanasseo
Deudieo sarangi chajawasseo
[Bobby] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nae chwihyangjeogyeok
Malhaji anhado neukkimi wa
Meoributeo balkkeutkkaji da
[B.I] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nan neoreul bomyeon
Gajigo sipeoseo andari na
Jagi jeonkkajido saenggagi na pow
[Bobby] Ay girl jamsi mal jom mureulge
Geu kkachilhan maltuneun eodiseo tto baewotdae
You work and walk and spit wordt like a boss
Wonder woman hyeonsilpaneun neoui yeoseongseureoum
[Bobby/Yunhyung] Oh neukkimjeogin neukkim
[Bobby/Yunhyung] tto mwonga maehokjeogin nunbiche maeryodwae
Seomsehan geu songil
Tto mwonga eojeongjjeonghan momjit
I like it babe
[Junhoe] Oh oh [Donghyuk] neoui ganyeorin miso
[Junhoe] Oh oh [Donghyuk] nareul boneun nunbitdo
Heumjabeul dega eopseo
Hansido jiruhal teumi eopseo perfect
[Junhoe] Oh oh [Yunhyung] aegyo seokkin moksori
[Junhoe] Oh oh [Yunhyung] gakkawojineun uri
Wae ijeya natanasseo
Deudieo sarangi chajawasseo
[Bobby] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nae chwihyangjeogyeok
Malhaji anhado neukkimi wa
Meoributeo balkkeutkkaji da
[B.I] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nan neoreul bomyeon
Gajigo sipeoseo andari na
Jagi jeonkkajido saenggagi na pow
[Chanwoo] Nan niga jeongmal joha
Tto gakkeum hapumhaneun moseupkkajido
Nae seutairiya
[Junhoe] Oh maeumi jal maja
Nae gaseumi beokchaolla
Niga nal bureul ttaemada
Ipgae useumi kkeunhijil anha
[B.I] Oh girl you know that I love you
[Bobby] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nae chwihyangjeogyeok
Malhaji anhado neukkimi wa
Meoributeo balkkeutkkaji da
[B.I] Neoneun nae chwihyangjeogyeok
Nan neoreul bomyeon
Gajigo sipeoseo andari na
Jagi jeonkkajido saenggagi na pow
[B.I] Nan niga jeongmal joha
Tto gakkeum hapumhaneun moseupkkajido
Da nae seutairiya
Nan niga jeongmal joha
Tto gakkeum hapumhaneun moseupkkajido
Da nae seutairiya
Kata - Kata Mutiara Dari All Member SNSD
Diposting oleh
Bulan
on Minggu, 18 Mei 2014
Label:
김 기 하나 {} :*
/
Comments: (0)
Taeyeon : Berpelilaku sebagai pemimpin membuat sadar bahwa hidup itu penuh tanggung jawab dan hadapi masalah itu dngn tanggung jawab
Tiffany : Dengan masalah membuat kita sadar ahwa hidup itu pelajaran. Buatlah masalah itu pelajaran agar kita tidak jatuh ke lubang yang sama
Seohyun : Jujur dan positif membuat kita menyelesaikan masalah dan jgn pernah berbohong karna itu akan mengakibatkan masalah itu muncul lgi
Yuri : Ikhlaskan lah dan kita mengalah karna mengalah bukan berarti kalah
Sooyoung : Optimis ke depan dan abaikan masalah kita agar hidup kita tenang
Yoon : Pendirian yng kuat adalah cara ampuh untuk melawan masalah
Sica : Seberat apapun masalahnya yakinlah kau bisa! Kau harus yakin itu!Itu yng akan menjadi pedoman hidup mu
Sunny : Bersabar menghadapi masalah membuat orng yng bersalah tahu bahwa kita tak pernah seburuk yng ia katakan
Hyoyeon : Diam itu emas kadang kala nya kita harus diam untuk menghadapi masalah tersebut
#Gomawo #KimGiHana
Kuasa Hukum Tak Ingin Kasus Kris 'EXO' Diumbar ke Publik (11:21 WIB)
Diposting oleh
Bulan
Label:
김 기 하나 {} :*
/
Comments: (0)
Pemberitaan soal niat Kris untuk keluar dari SM Entertainment ramai diperbincangkan sejak Kamis (15/5/2014) pagi. Gugatan Kris perihal kontraknya dengan manajemen telah terdaftar di Pegadilan Pusat Seoul.
Hankyul Law Firm turun tangan dan mengambil alih masalah Kris ini. Firma hukum yang sama juga yang menangani kasus Hangeng ketika keluar dari Super Junior pada 2009 silam.
Ramainya pemberitaan soal Kris membuat pihak tim kuasa hukum memutuskan tidak mengumbar detail masalah kepada publik. Mereka ingin menyelesaikan kasus ini secara diam-diam.
"Kami tidak akan melakukan wawancara dengan media untuk menjelaskan detail apapun mengenai gugatan ini. Kami akan menangani kasus ini diam-diam," jelas perwakilan Hankyul, dilansir Enews World, Jumat (16/5/2014).
Pihak SM Entertainment sendiri awalnya bungkam mengenai gugatan yang dilayangkan Kris. Namun tak lama setelah itu mereka pun buka suara dan berjanji akan menyelesaikan masalah ini segera.
EXO-K sendiri sampai Kamis (15/5/2014) masih beraktivitas di acara musik dengan tampil di 'M! Countdown'. Mereka keluar sebagai juara dengan lagu 'Overdose' dalam acara itu.
Gomawo~~
Gomawo~~


